Penghargaan Nasional Perkuat Langkah Pekanbaru Terapkan Hak Anak
Didorong capaian nasional dalam penanganan kemiskinan dan stunting, Pemko Pekanbaru menggelar Bimtek Konvensi Hak Anak guna memastikan implementasi nyata kebijakan ramah anak di semua sektor.
RINGKASAN BERITA:
- Penghargaan nasional jadi pemicu penguatan kebijakan pemenuhan hak anak di Pekanbaru.
- Bimtek KHA melibatkan 100 peserta lintas instansi untuk dorong implementasi nyata di lapangan.
- Pekanbaru mencatat capaian Zero Anak Putus Sekolah di tengah upaya menekan kemiskinan dan stunting.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Raihan penghargaan nasional yang diterima Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah kota dalam memastikan pemenuhan hak anak.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga instansi vertikal seperti Lapas dan Kementerian Hukum dan HAM.
Bimtek dibuka langsung oleh Kepala DP3APM Kota Pekanbaru, Hj Erna Juita SH, MSi.
Menurut Erna, anak memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa yang harus dijamin hak-haknya.
“Anak adalah aset terbesar dan investasi masa depan bangsa, sehingga merekalah yang akan meneruskan kepemimpinan di negeri ini. Konvensi Hak Anak menjadi landasan fundamental bagi kita untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki hak dasar yang harus dipenuhi, dilindungi, dan dijamin oleh negara, pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga mendorong implementasi nyata prinsip-prinsip KHA dalam kebijakan dan layanan publik.
“Jangan berhenti hanya pada pemahaman teori, tetapi terjemahkan hasil Bimtek ini menjadi aksi nyata di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erna mengingatkan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berperspektif anak, termasuk penyediaan fasilitas publik yang ramah anak serta penguatan kelembagaan perlindungan anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pekanbaru telah mencatat capaian positif di bidang pendidikan anak. “Alhamdulillah, Kota Pekanbaru mendapat penghargaan Zero Anak Putus Sekolah yang terima oleh wali kota Pekanbaru,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Forum Akselerator Negeri di Palembang, Sabtu (25/4/2026).
Capaian ini dinilai sebagai hasil dari program strategis pemerintah kota yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai kelompok rentan.
Erna menegaskan, keberhasilan pemenuhan hak anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Masalah anak adalah masalah kita bersama. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi,” tuturnya.
Kegiatan Bimtek ditutup dengan doa bersama dan penyematan tanda peserta. Pemerintah Kota Pekanbaru berharap kegiatan ini mampu memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak. (*)