Sempat Terkendala Wifi, TKA di SD Negeri 88 Pekanbaru Pakai Sistem Sesi
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik berbasis digital di SD Negeri 88 Pekanbaru berjalan dengan sistem sesi akibat keterbatasan kapasitas jaringan internet, meski perangkat Chromebook tersedia mencukupi.
RINGKASAN BERITA:
- Keterbatasan WiFi jadi kendala utama pelaksanaan TKA berbasis digital.
- Sekolah menerapkan sistem sesi untuk mengatasi keterbatasan jaringan.
- Sebanyak 43 siswa mengikuti TKA dengan jadwal bergiliran selama dua hari.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Keterbatasan jaringan internet menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis digital di SD Negeri 88 Pekanbaru.
Meski perangkat pendukung seperti Chromebook tersedia cukup, kapasitas WiFi yang terbatas membuat sekolah harus mengatur strategi pelaksanaan.
Kepala sekolah, Anismar, menyebutkan bahwa penggunaan perangkat tidak menjadi kendala, namun koneksi internet belum mampu menampung penggunaan secara bersamaan dalam jumlah besar.
“Chromebook tersedia cukup, tetapi kapasitas WiFi tidak memadai jika digunakan secara bersamaan oleh sekitar 30 perangkat. Oleh karena itu, pelaksanaan TKA dilakukan dengan sistem sesi,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan pembagian sesi bagi peserta didik.
Setiap sesi diikuti oleh 11 siswa dengan durasi pengerjaan mulai pukul 07.00 hingga 08.45 WIB.
Dalam sehari, pelaksanaan TKA dilakukan sebanyak dua sesi.
Skema ini memungkinkan seluruh peserta tetap dapat mengikuti asesmen tanpa terganggu kendala teknis jaringan.
Total sebanyak 43 siswa kelas VI di sekolah tersebut mengikuti TKA tahun ini. Dengan sistem bergiliran, pelaksanaan ujian dijadwalkan selesai dalam dua hari.
Anismar berharap, meskipun masih terdapat keterbatasan infrastruktur, pelaksanaan TKA berbasis digital tetap dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal bagi peserta didik.
"Kami berharap pelaksanaan berbasis digital ini dapat berjalan lancar meskipun masih terdapat keterbatasan infrastruktur jaringan," harapnya.
Penerapan TKA digital di sekolah ini menjadi gambaran tantangan transformasi pendidikan berbasis teknologi, khususnya pada aspek kesiapan jaringan internet di tingkat satuan pendidikan. (*)


