Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaikan Instalasi Listrik 2.500 Rumah hingga Akhir Tahun untuk Cegah Kebakaran

Pemko Pekanbaru mulai menjalankan program perbaikan instalasi listrik bagi warga kurang mampu sebagai upaya menekan risiko kebakaran permukiman. Setelah menyasar 100 rumah pada tahap awal, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 2.500 rumah hingga akhir tahun 2026.

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaikan Instalasi Listrik 2.500 Rumah hingga Akhir Tahun untuk Cegah Kebakaran
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin memberi keterangan pada media terkait program perbaikan instalasi listrik, Selasa (2/6/2026).

RINGKASAN BERITA: 

  • Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan instalasi listrik di sekitar 2.500 rumah warga kurang mampu hingga akhir tahun 2026.
  • Tahap awal program menyasar 100 rumah dengan inspeksi langsung oleh tim gabungan dari berbagai instansi.
  • PLN turut memeriksa jaringan listrik hingga meteran pelanggan untuk memastikan sistem kelistrikan aman dan layak digunakan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - – Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan program perbaikan instalasi listrik bagi sekitar 2.500 rumah warga kurang mampu hingga akhir tahun 2026.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mengurangi potensi kebakaran yang kerap terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.

Pelaksanaan program diawali dengan inspeksi kondisi instalasi listrik di sejumlah rumah warga.

Pada Selasa (2/6/2026), tim gabungan turun ke Gang Kopi I, Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan listrik rumah tangga.

Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Pekanbaru guna memastikan keamanan instalasi listrik masyarakat.

"Atas perintah wali kota, kami langsung turun melakukan inspeksi di Gang Kopi I hari ini. Berdasarkan laporan lurah, terdapat sekitar 76 kepala keluarga (KK) di kawasan ini," ujar Zulhelmi.

Ia menjelaskan, warga yang menjadi sasaran program telah melalui proses verifikasi berdasarkan data Dinas Sosial.

Seluruh penerima manfaat masuk kategori masyarakat kurang mampu yang berada pada kelompok desil satu hingga desil empat.

Dalam proses pemeriksaan, Pemko Pekanbaru menggandeng berbagai pihak, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), PT PLN, hingga Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).

Tim melakukan pengecekan langsung ke setiap rumah untuk mengetahui kondisi instalasi yang digunakan warga.

Menurut Zulhelmi, hasil inspeksi akan menjadi dasar penentuan jenis perbaikan yang diperlukan.

Pemeriksaan ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu sehingga proses tindak lanjut dapat segera dilakukan.

"Beberapa rumah yang kami periksa instalasinya masih dalam kondisi baik. Namun jika ditemukan kabel yang rusak akibat gigitan tikus, kabel terlepas, atau kerusakan lainnya yang berpotensi membahayakan, maka akan dilakukan penggantian secara menyeluruh melalui Dinas Perkim," kata dia.

Selain memeriksa instalasi di dalam rumah, PT PLN juga melakukan pengecekan jaringan kelistrikan mulai dari gardu distribusi, kabel sumber, kWh meter hingga meteran pelanggan.

Apabila ditemukan perangkat yang sudah usang atau mengalami kerusakan, PLN akan melakukan penggantian untuk menjamin keamanan sistem kelistrikan.

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan perbaikan dilakukan terhadap 100 rumah warga.

Seluruh pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan dalam bulan Juni ini.

"Kami menargetkan sebanyak 100 rumah menjadi sasaran tahap awal program ini. Seluruh pekerjaan diharapkan dapat rampung dalam bulan ini," ujarnya.

Zulhelmi menambahkan, program tersebut akan terus diperluas secara bertahap hingga akhir tahun dengan target total sekitar 2.500 rumah penerima manfaat.

"Tujuan utama program ini adalah memitigasi risiko terjadinya kebakaran yang kerap dipicu oleh instalasi listrik yang tidak layak atau sudah mengalami kerusakan," tandasnya. (*)