TKA Pekanbaru Minim Kendala, Disdik Siapkan Gelombang Khusus untuk Antisipasi Gangguan
Pelaksanaan TKA SMP di Pekanbaru berjalan lancar hingga hari ketiga tanpa kendala berarti. Disdik menyiapkan gelombang khusus sebagai langkah antisipasi bagi sekolah atau siswa yang mengalami hambatan.
RINGKASAN BERITA:
- Disdik siapkan gelombang khusus sebagai antisipasi kendala TKA.
- Hingga hari ketiga, pelaksanaan TKA di Pekanbaru berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
- Siswa sakit bisa ikut TKA dari tempat perawatan dengan pengawasan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menyiapkan skema gelombang khusus sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendala dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), meskipun hingga hari ketiga pelaksanaan ujian dilaporkan berjalan lancar.
Pelaksana Tugas Kepala Disdik Pekanbaru, Syafrian Tommy, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan TKA jenjang SMP dan Paket B berlangsung tanpa hambatan signifikan.
"Alhamdulillah secara umum pelaksanaan TKA hingga hari ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," kata Syafrian Tommy dilansir dari Media Center Riau, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kendala kecil sempat muncul saat tahap gladi, namun telah diatasi tanpa mengganggu jalannya ujian.
"Saat gladi, mungkin ada hal kecil, tapi bisa diantisipasi. Seperti ada ruangan yang terkendala NCB, itu sudah kita ganti dan upayakan perbaikannya. Dan bisa dipastikan itu tidak mengganggu secara umum," katanya.
Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan, Disdik juga meminta dukungan dari penyedia listrik dan jaringan internet agar stabilitas sistem tetap terjaga selama ujian berlangsung.
"Kita mohon dukungan dari PLN dan provider jaringan internet yang bekerjasama dengan sekolah, untuk memastikan dan menjaga stabilitas pelaksanaan TKA," ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Disdik Pekanbaru telah menyiapkan gelombang khusus atau gelombang kelima yang dijadwalkan pada 15–16 April 2026.
Gelombang ini diperuntukkan bagi sekolah yang mengalami kendala teknis saat pelaksanaan utama.
"Bagi TKA yang mengalami kendala pada waktu yang ditetapkan, antisipasi yang kita telah siapkan berupa menyediakan gelombang khusus atau gelombang kelima. Yang kita khususkan pada sekolah yang mungkin terdapat gangguan," katanya.
Namun hingga saat ini, belum ada laporan sekolah yang membutuhkan pelaksanaan TKA pada gelombang tersebut.
"Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan terkait sekolah yang akan menggunakan gelombang tersebut. Artinya masih berjalan dengan baik," ungkapnya.
Selain itu, kebijakan serupa juga berlaku bagi siswa yang berhalangan mengikuti ujian karena kondisi kesehatan.
Disdik membuka kemungkinan pelaksanaan TKA di tempat perawatan dengan pengawasan, atau mengikuti gelombang khusus jika tidak memungkinkan.
"Ketika ada siswa yang sakit, tim akan melakukan pengecekan apakah memungkinkan akan dilakukan TKA di tempat dia dirawat, karena kan prosesnya online. Tapi tetap dilakukan dengan pengawasan. Ataupun jika tidak memungkinkan saat waktu yang ditentukan, kita memberi kesempatan pada gelombang khusus," kata dia.
Adapun jumlah peserta TKA di Pekanbaru mencapai sekitar 14 ribu siswa kelas IX SMP, serta sekitar 725 peserta dari pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM, di luar peserta di bawah Kementerian Agama. (*)


