Bupati Siak Tetapkan Tiga Prioritas untuk Direktur Baru PT BSP, Jaringan Pipa Dikebut Tahun Ini

Bupati Siak Afni Zulkifli menetapkan tiga agenda prioritas yang harus segera dituntaskan Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru, Robi Junipa. Ketiganya meliputi pembenahan manajemen, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP), dan percepatan pembangunan jaringan pipa guna meningkatkan kinerja perusahaan.

Bupati Siak Tetapkan Tiga Prioritas untuk Direktur Baru PT BSP, Jaringan Pipa Dikebut Tahun Ini
Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP), Robi Junipa. (Sumber: Istimewa)

RINGKASAN BERITA:

  • Bupati Siak menetapkan tiga agenda utama yang harus segera dituntaskan Direktur PT BSP, mulai dari pembenahan manajemen hingga pembangunan jaringan pipa.
  • Direktur baru PT BSP diminta segera bekerja usai dilantik karena perusahaan masih menghadapi tantangan operasional, investasi, dan tingginya biaya produksi.
  • Afni Zulkifli meminta seluruh jajaran BSP mengakhiri perpecahan internal dan bersatu mendukung kepemimpinan baru demi meningkatkan kinerja perusahaan.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., menetapkan tiga pekerjaan prioritas yang harus segera dijalankan Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa.

Fokus utama tersebut meliputi pembenahan tata kelola perusahaan, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP), serta percepatan pembangunan jaringan pipa untuk mendukung peningkatan produksi migas.

Penegasan itu disampaikan Afni usai melantik Robi Junipa sebagai Direktur PT BSP untuk masa jabatan 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026).

Pelantikan mengusung tema "Satu Arah, Satu Komitmen, Satu Hasil, Memanjang Tapak, Mengangkat Marwah."

Menurut Afni, direktur yang baru tidak memiliki waktu untuk beradaptasi terlalu lama karena perusahaan masih menghadapi berbagai persoalan strategis yang membutuhkan penyelesaian segera.

"Saudara Robi tadi di hadapan Kepala SKK Migas kita sudah berjanji. Hari ini Saudara telah dilantik, maka detik berikutnya adalah saatnya bekerja keras. Ada amanah besar yang harus ditunaikan agar BSP menjadi perusahaan yang lebih baik," tutur Afni.

Ia menegaskan, jabatan Direktur BSP bukan hanya sebuah posisi struktural, tetapi merupakan amanah untuk menjaga keberlangsungan perusahaan daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak dan Provinsi Riau.

"Jabatan ini bukan sekadar posisi. BSP adalah marwah anak negeri, warisan para pemimpin terdahulu yang harus kita jaga bersama," kata dia.

Afni mengakui kondisi yang dihadapi BSP saat ini tidak mudah.

Di tengah kenaikan harga minyak dunia, perusahaan juga dihadapkan pada meningkatnya biaya produksi, persoalan sosial dan operasional, serta kebutuhan investasi yang masih harus dipenuhi.

Karena itu, ia meminta pembenahan manajemen menjadi langkah awal agar kinerja perusahaan semakin profesional.

Selain itu, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP) juga harus dipercepat sesuai komitmen Pemerintah Kabupaten Siak bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas.

"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh kementerian dan yakinkan bahwa BSP mampu melaksanakannya," ungkapnya.

Afni juga meminta pembangunan jaringan pipa dipercepat tanpa menunggu tahun depan.

Menurutnya, infrastruktur tersebut menjadi kunci untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas.

"Jangan menunggu tahun depan. Kita ingin persoalan ini selesai tahun ini agar biaya produksi dapat ditekan dan produksi meningkat," ujar Afni.

Pada kesempatan yang sama, Afni mengajak seluruh jajaran PT BSP mengesampingkan perbedaan internal dan memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan direktur yang baru agar perusahaan dapat bergerak dengan arah yang sama.

"Tidak ada lagi kubu-kubuan atau kotak-kotakan. Hari ini BSP memiliki nahkoda baru. Semua harus bersatu mendukung kepemimpinan yang baru," tutur Afni. (*)