Guru Tak Bisa Digantikan AI, Rektor UIN Suska Riau Tekankan Pentingnya Adab
Rektor UIN Suska Riau menegaskan kecerdasan buatan tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk adab dan karakter peserta didik. Pesan itu disampaikan saat membuka kegiatan PPG yang diikuti 368 peserta di Pekanbaru.
RINGKASAN BERITA:
- Rektor UIN Suska menegaskan AI tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam menanamkan adab dan etika.
- Sebanyak 368 peserta mengikuti kegiatan PPG, sementara total peserta sebenarnya mencapai sekitar 1.200 orang.
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan membuka pendaftaran program Magister PGMI dan BKPI hingga tanggal 16 bulan ini.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.S., S.E., M.Si., Ak., C.A., saat membuka kegiatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Batch IV, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 368 peserta, meski jumlah peserta yang dijadwalkan semula mencapai sekitar 1.200 orang.
Sebagian peserta belum dapat hadir karena berbagai kendala teknis.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Suska Riau menegaskan bahwa guru dituntut memiliki tanggung jawab, integritas, dan etika yang tinggi sebagai bagian dari profesionalisme.
Menurutnya, profesi guru merupakan amanah yang mulia karena ilmu yang diajarkan dapat menjadi amal jariyah.
Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, termasuk hadirnya AI.
Meski teknologi mampu membantu berbagai pekerjaan akademik, Rektor menilai AI tidak memiliki empati, nilai kemanusiaan, maupun etika sehingga tidak dapat menggantikan fungsi guru dalam membentuk karakter peserta didik.
Karena itu, adab dan tata krama tetap menjadi nilai utama yang harus ditanamkan oleh seorang pendidik.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri, UIN Suska Riau terus mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai Islam agar setiap lulusan memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter yang kuat.
Sebelumnya, Prof. Dr. Amirah, M.Pd.Kons., memberikan pembekalan kepada peserta mengenai pentingnya sertifikasi pendidik dan Program PPG.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
Amirah menyebut peserta saat ini hanya memerlukan masa belajar selama 48 hari untuk menyelesaikan sertifikasi.
Ke depan, pola Pendidikan Profesi Guru prajabatan direncanakan berlangsung selama satu tahun.
Ia juga mengingatkan masih banyak guru yang berada dalam daftar tunggu Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan sehingga peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, Amirah mengajak peserta, khususnya para alumni UIN Suska Riau, untuk menjaga nama baik almamater sekaligus menjadi duta kampus di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau juga mengumumkan pembukaan pendaftaran Program Magister (S2) untuk Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Pendaftaran dibuka hingga tanggal 16 Juli.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pembukaan resmi PPG Daljab Batch IV di UIN Sultan Syarif Kasim Riau serta penyampaian ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan program tersebut. (*)