AGPAII Kampar Cetak Guru Pengelola Laboratorium dan Perpustakaan PAI
DPD AGPAII Kabupaten Kampar menuntaskan pelatihan kepala laboratorium PAI dan kepala perpustakaan bagi guru Pendidikan Agama Islam. Program selama tujuh hari ini disiapkan untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan sarana pendidikan demi mendukung penguatan literasi, karakter, dan mutu pembelajaran di sekolah.
RINGKASAN BERITA:
- AGPAII Kampar melatih guru PAI menjadi kepala laboratorium dan kepala perpustakaan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
- Pelatihan selama tujuh hari membekali peserta dengan materi digitalisasi perpustakaan, manajemen risiko, hingga penyusunan program kerja.
- Setiap peserta diwajibkan menyusun rencana aksi yang akan diterapkan di sekolah masing-masing sebagai tindak lanjut pelatihan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Peningkatan kualitas pengelolaan laboratorium dan perpustakaan menjadi fokus DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Kampar dalam memperkuat mutu pendidikan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan kepala laboratorium PAI Angkatan IV dan kepala perpustakaan khusus guru PAI Angkatan I yang berlangsung selama tujuh hari di Pekanbaru.
Pelatihan yang digelar pada 26 Juni hingga 2 Juli 2026 itu merupakan hasil kolaborasi DPD AGPAII Kabupaten Kampar dengan Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Kementerian Agama.
Program tersebut menghadirkan pembelajaran berbasis standar nasional dengan pendampingan para widyaiswara.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pusat Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, serta Kepala Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan.
Ketua DPD AGPAII Kabupaten Kampar, Dr. Imam Farih, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi Rapor Pendidikan Kabupaten Kampar yang menunjukkan pentingnya penguatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik melalui optimalisasi sarana pendidikan.
"Laboratorium PAI dan perpustakaan sekolah merupakan jantung penguatan karakter dan literasi siswa. Pengelolanya harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas," katanya, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, laboratorium PAI perlu dikembangkan menjadi pusat inovasi pembelajaran agama yang memanfaatkan berbagai media modern.
Sementara perpustakaan diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang literasi yang mendorong budaya membaca sekaligus memperkuat karakter Islami peserta didik.
Sekretaris DPD AGPAII Kabupaten Kampar, H. Afrizal Kholis, M.Ed., menambahkan keberhasilan program tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh peserta, tetapi juga dari penerapan ilmu yang didapat di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Ketua Panitia, Afrianis, M.Pd., mengapresiasi komitmen seluruh peserta yang mengikuti pelatihan secara disiplin hingga selesai.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Meski jadwal berlangsung dari pagi hingga malam, semangat peserta tetap terjaga. Mereka menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium dan perpustakaan di sekolah," tuturnya.
Selama pelatihan, peserta menerima materi mengenai tata kelola administrasi modern, digitalisasi perpustakaan, manajemen risiko, hingga penyusunan program kerja yang terintegrasi dengan kurikulum nasional.
Sebagai penutup, setiap peserta diwajibkan menyusun rencana aksi yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui program ini, DPD AGPAII Kabupaten Kampar berharap peningkatan kapasitas guru mampu mendorong laboratorium dan perpustakaan menjadi pusat pembelajaran yang lebih inovatif, memperkuat budaya literasi, serta membentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah. (Adv)