Siswi SMPN 9 Pangkalpinang Bersyukur Sekolah Direvitalisasi
Revitalisasi SMP Negeri 9 Pangkalpinang membawa perubahan besar bagi proses belajar siswa. Selain memperbaiki fasilitas sekolah yang sebelumnya rusak, program pemerintah juga didukung bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan
RINGKASAN BERITA:
- Revitalisasi SMP Negeri 9 Pangkalpinang mengubah ruang belajar yang sebelumnya rusak menjadi lebih aman, nyaman, dan layak digunakan.
- Siswi penerima PIP mengaku bantuan pemerintah membuatnya lebih fokus belajar dan semakin semangat mengejar cita-cita menjadi Polwan.
- Pemerintah mengalokasikan Rp99,3 miliar untuk revitalisasi 101 sekolah di Bangka Belitung pada 2025 serta melanjutkan program pada 2026 dengan dukungan digitalisasi pembelajaran.
RIAUCERDAS.COM, PANGKAL PINANG - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan perubahan nyata bagi siswa SMP Negeri 9 Pangkalpinang.
Sekolah yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan kini memiliki lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang siswi, Naswa Amanda, mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan yang terjadi di sekolahnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, atas program revitalisasi yang dinilai memberikan dampak langsung bagi para siswa.
“Sebagai perwakilan dari murid, saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah kami menjadi jauh lebih baik, aman, nyaman, bersih, dan proses belajar jauh lebih menyenangkan,” tutur Naswa.
Ia menceritakan, sebelum direnovasi, sekolah yang berdiri sejak 1990 itu memiliki sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Bahkan, plafon di salah satu ruangan pernah roboh sehingga membahayakan proses belajar.
Fasilitas lain seperti toilet juga dalam kondisi kurang layak akibat lantai retak, kloset pecah, dan pintu yang rusak.
“Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Aku dan teman-temanku sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus,” terangnya.
Selain menikmati fasilitas sekolah yang lebih baik, Naswa juga menjadi penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Bantuan tersebut dimanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sehingga dapat belajar dengan lebih tenang.
“Dulu kalau butuh perlengkapan sekolah, kami sering memikirkan biayanya. Sekarang sudah ada PIP yang membantu. Aku jadi bisa belajar lebih fokus dan semangat. Aku berjanji akan rajin belajar supaya nanti bisa meraih cita-citaku menjadi Polwan,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, pada 2026 disiapkan alokasi sementara sebesar Rp44 miliar bagi 49 satuan pendidikan, dengan jumlah yang masih dapat berubah karena proses verifikasi dan validasi penerima bantuan masih berlangsung.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Selain membenahi sarana dan prasarana sekolah, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.
Pada 2025, Kemendikdasmen mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program tersebut juga disertai pelatihan bagi guru serta dukungan jaringan Starlink bagi sekolah yang belum memiliki akses internet.
“Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup. Dengan pembelajaran yang semakin baik, kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat,” tutup Mendikdasmen. (*)