Riau Percepat Vaksinasi PMK, 20 Ribu Dosis Digelontorkan Lindungi Ternak
Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mempercepat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggelontorkan 20.000 dosis vaksin pada 2026. Langkah ini menjadi respons atas masih ditemukannya ratusan kasus PMK di Riau sepanjang 2025.
RINGKASAN BERITA:
- Riau menerima 20.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat, dengan 12.250 dosis telah didistribusikan ke kabupaten dan kota.
- Sepanjang 2025, tercatat 304 kasus PMK di Riau, dengan Indragiri Hulu menjadi daerah paling terdampak
- Program vaksinasi PMK dilakukan dua tahap, yakni Januari–Maret dan Juli–September 2026
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Riau terus dipercepat.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau menggelar vaksinasi PMK secara serentak sebagai langkah strategis melindungi kesehatan hewan ternak sekaligus menjaga keberlanjutan sektor peternakan daerah.
Program ini menjadi bagian dari Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026 yang digerakkan secara nasional melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta kabupaten dan kota.
Melalui skema terpadu ini, Riau mendapat alokasi vaksin dari pemerintah pusat sebanyak 20.000 dosis.
Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyampaikan bahwa dari total vaksin yang diterima, sebanyak 12.250 dosis telah disalurkan ke berbagai kabupaten dan kota.
Vaksinasi dilakukan bertahap untuk memastikan distribusi dan pelaksanaan berjalan optimal.
Menurutnya, target vaksinasi PMK di Riau pada Februari 2026 ditetapkan sebanyak 10.000 dosis dan dilanjutkan 10.000 dosis pada Maret 2026.
Tahap ini merupakan bagian dari vaksinasi PMK periode pertama yang berlangsung Januari hingga Maret 2026, sebelum dilanjutkan ke tahap kedua pada Juli hingga September 2026.
Pelaksanaan vaksinasi serentak yang bersumber dari provinsi dilaksanakan oleh UPT Pengembangan Ternak dan Pakan (PTP) DPKH Provinsi Riau, bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Kampar serta Dinas Pertanian Kota Pekanbaru.
Pada hari pelaksanaan, target vaksinasi ditetapkan sebanyak 200 dosis.
Mimi menegaskan, kegiatan vaksinasi ini diharapkan dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan, sehingga mampu menekan penyebaran PMK, menjaga produktivitas ternak, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Riau.
Berdasarkan laporan sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 304 kasus PMK menyerang hewan ternak di delapan kabupaten dan kota di Riau.
Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, mencapai 143 kasus.
Setelah Indragiri Hulu, kasus PMK cukup banyak ditemukan di Kabupaten Siak dengan 65 kasus.
Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing melaporkan 25 kasus, sementara Kabupaten Indragiri Hilir mencatat 19 kasus.
Daerah lain dengan jumlah kasus lebih rendah antara lain Kabupaten Kampar sebanyak 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Kabupaten Rokan Hilir dengan 1 kasus.
Dari ratusan kasus PMK tersebut, dilaporkan terdapat satu ekor ternak yang mati, yakni di wilayah Kota Dumai.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya percepatan vaksinasi dan pengawasan kesehatan hewan secara menyeluruh. (*)