Pakar IPB Ingatkan Bahaya Konsumsi Serat Berlebihan di Tengah Tren Fiber Maxxing
Pakar gizi IPB University mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan mengikuti tren fiber maxxing. Kebutuhan serat orang dewasa umumnya cukup dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang tanpa harus mengandalkan suplemen.
RINGKASAN BERITA:
- Pakar IPB mengingatkan konsumsi serat berlebihan akibat tren fiber maxxing dapat mengganggu penyerapan zat gizi lain.
- Kebutuhan serat orang dewasa hanya sekitar 20–30 gram per hari dan umumnya dapat dipenuhi dari sayur, buah, serta biji-bijian utuh tanpa suplemen.
- Sekitar 90 persen masyarakat Indonesia masih belum memenuhi konsumsi sayur dan buah, padahal sumber serat alami mudah diperoleh dan tetap menjadi pilihan terbaik.
RIAUCERDAS.COM - Tren fiber maxxing yang mendorong konsumsi serat hingga 50–100 gram per hari ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun, pakar gizi masyarakat IPB University, Prof Ali Khomsan, mengingatkan bahwa konsumsi serat secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Menurut Prof Ali, kebutuhan serat orang dewasa umumnya hanya berkisar 20–30 gram per hari dan dapat dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang yang mengandung sayur, buah, serta biji-bijian utuh (whole grains).
“Sesuatu makanan atau sumber gizi apabila dikonsumsi secara berlebihan tentu saja bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Serat yang dikonsumsi berlebihan juga dapat mengganggu serapan zat gizi lain,” ujarnya dikutip dari laman IPB University, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, seseorang yang telah menerapkan pola makan sehat dan beragam tidak memerlukan suplemen serat.
Penggunaan suplemen hanya dianjurkan pada kondisi tertentu, seperti lansia yang mengalami penurunan nafsu makan, pasien dalam masa pemulihan, atau individu yang memiliki gangguan kesehatan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi dari makanan.
“Jadi, suplemen diperlukan dalam batas tertentu dan tergantung pada problem makan yang sedang dihadapi,” terangnya.
Di sisi lain, Prof Ali menilai rendahnya konsumsi sayur dan buah masih menjadi tantangan di Indonesia.
Berdasarkan berbagai survei, sekitar 90 persen masyarakat belum memenuhi kebutuhan konsumsi sayur dan buah sehingga asupan serat harian juga masih rendah.
Padahal, sumber serat alami mudah diperoleh di Indonesia. Berbagai jenis sayuran dan buah menjadi pilihan terbaik, termasuk apel dan pir yang dianjurkan dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci bersih.
“Pada kulit apel dan pir terdapat serat larut yang baik untuk membantu mengendalikan kolesterol sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna,” ungkapnya.
Prof Ali juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengikuti tren yang hanya menitikberatkan pada satu jenis zat gizi.
Menurutnya, pedoman Gizi Seimbang dan konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan tetap menjadi acuan utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
“Minimal konsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari atau sekitar 400 gram sesuai anjuran WHO. Dengan pola makan yang beragam, kebutuhan serat akan lebih mudah terpenuhi dan kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tandasnya. (*)