Mahasiswa KKN Umri Sulap Sampah Plastik Jadi Rak Sepatu Lewat Pelatihan Eco-Brick di MIN 2 Inhu

Mahasiswa KKN Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau menggelar pelatihan Eco-Brick di MIN 2 Indragiri Hulu, Desa Buluh Rampai. Limbah plastik diolah menjadi rak sepatu sebagai media edukasi sekaligus upaya menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa.

Mahasiswa KKN Umri Sulap Sampah Plastik Jadi Rak Sepatu Lewat Pelatihan Eco-Brick di MIN 2 Inhu
Mahasiswa KKN Umri mengolah limbah plastik menjadi rak sepatu melalui pelatihan Eco-Brick bersama siswa MIN 2 Indragiri Hulu. (Sumber: KKN Umri Kelompok 143)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa KKN Umri mengolah limbah plastik menjadi rak sepatu melalui pelatihan Eco-Brick bersama siswa MIN 2 Indragiri Hulu.
  • Pelatihan memadukan teori dan praktik sehingga siswa belajar langsung mengubah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
  • Program mendukung pencapaian SDGs, terutama di bidang pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, permukiman berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HULU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 143 Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) memanfaatkan sampah plastik menjadi rak sepatu melalui pelatihan Eco-Brick di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Indragiri Hulu, Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini sekaligus mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari edukasi pengelolaan sampah plastik yang sebelumnya telah diberikan kepada para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan Eco-Brick, mulai dari memilah sampah plastik yang bersih dan kering, memadatkannya ke dalam botol plastik bekas, hingga menyusunnya menjadi rak sepatu yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti setiap tahapan dengan antusias.

Selain memperoleh pengalaman baru, mereka juga belajar bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat apabila dikelola secara tepat.

Divisi Humas KKN Kelompok 143 Umri, Nanang Riyaldi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penerapan SDGs melalui pendidikan lingkungan.

Pelatihan eco-brick ini tidak hanya mengajarkan cara memanfaatkan sampah plastik, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa sejak dini.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendidikan lingkungan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

"Harapannya, para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak keluarga dan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik," ujar mahasiswa Program Studi Kimia ini.

Wali Kelas 5 MIN 2 IndragiriHulu, Aftin Kusumawati menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang memadukan teori dan praktik memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan limbah plastik.

Sementara, melalui program kerja ini, KKN Kelompok 143 Umri berharap budaya pengelolaan sampah dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat Desa Buluh Rampai.

Mahasiswa juga berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (rls)