Wamendikdasmen: Sekolah Nasional Terintegrasi Disiapkan Cetak Generasi Unggul
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi pusat mutu pendidikan di daerah untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pernyataan itu disampaikan saat menyapa calon murid SNT 08 Kabupaten Cianjur.
RINGKASAN BERITA:
- Wamendikdasmen menegaskan SNT disiapkan sebagai pusat mutu pendidikan untuk mencetak generasi unggul dan calon pemimpin Indonesia.
- Pembelajaran di SNT menggunakan pendekatan Deep Learning yang menekankan berpikir kritis, karakter, dan keaktifan peserta didik.
- Sebanyak 80 calon murid SMP dan SMA lolos seleksi SNT 08 Cianjur dan akan memulai MPLS pada 10 Agustus 2026.
RIAUCERDAS.COM, CIANJUR - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dipersiapkan sebagai pusat mutu pendidikan di daerah yang diharapkan mampu melahirkan generasi unggul sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Fajar saat menyapa calon murid angkatan pertama SNT 08 Kabupaten Cianjur yang telah dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti proses daftar ulang di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Rabu (5/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Fajar mengucapkan selamat kepada seluruh calon peserta didik yang berhasil lolos seleksi.
Ia menilai kesempatan menjadi bagian dari angkatan pertama SNT merupakan amanah yang harus dijaga melalui semangat belajar, kerja keras, dan komitmen untuk terus berkembang.
"SNT adalah simbol pusat mutu pendidikan yang ada di daerah masing-masing. Ketika Kabupaten Cianjur memiliki SNT, berarti Cianjur memiliki pusat mutu pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik bagi daerah maupun bangsa," kata Fajar.
Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan SNT dengan menyediakan infrastruktur pendidikan serta menyiapkan tenaga pendidik terbaik.
Seluruh fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter.
"Kemewahan yang diperoleh di SNT harus dibayar dengan prestasi, kerja keras, dan manfaat yang kelak diberikan kepada masyarakat. Pemerintah menaruh harapan besar kepada generasi muda yang akan tumbuh di sekolah ini untuk menjadi bagian dari pemimpin Indonesia pada masa mendatang," ungkapnya.
Fajar juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membuat pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik.
Menurutnya, pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi faktor pembeda yang harus terus diperkuat.
"Kalau hanya mengejar kepintaran, teknologi akan berkembang sangat cepat. Yang membedakan manusia adalah hati, jiwa, karakter, dan kepedulian. Itulah inti pendidikan," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pembelajaran di SNT akan menerapkan pendekatan Deep Learning yang mendorong peserta didik aktif bertanya, berpikir kritis, dan mengembangkan gagasan.
Melalui metode itu, lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Dialog antara Wamendikdasmen dengan calon murid menunjukkan antusiasme peserta didik.
Seorang calon siswi mengungkapkan cita-citanya menjadi psikolog sekaligus berharap aspirasi anak-anak daerah mendapat ruang dalam proses pengambilan kebijakan.
Sementara calon murid lainnya menyampaikan keinginannya menjadi arsitek setelah tertarik dengan pembelajaran berbasis STEAMS yang diterapkan di SNT.
Sementara itu, Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur, Joko Ahmad Julifan, mengatakan Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah penyelenggara SNT yang ditetapkan Kemendikdasmen.
Sebanyak 128 calon peserta didik jenjang SMP dan SMA mengikuti seleksi, dan setelah menjalani Tes Bakat Skolastik, masing-masing 40 peserta didik SMP dan 40 peserta didik SMA dinyatakan lolos.
Ia menjelaskan hingga kini sebanyak 39 calon murid SMA dan 36 calon murid SMP telah menyelesaikan proses daftar ulang, sedangkan peserta lainnya masih melengkapi persyaratan administrasi.
Seluruh peserta didik dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 10 Agustus 2026.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, turut mengapresiasi kepercayaan Kemendikdasmen yang menunjuk Kabupaten Cianjur sebagai salah satu penyelenggara SNT.
Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global. (*)