Revitalisasi SD Negeri Tando di NTT Diprioritaskan
Kemendikdasmen mempercepat program revitalisasi sekolah hingga 2026, dengan SD Negeri Tando di Manggarai Barat menjadi salah satu prioritas guna mengatasi keterbatasan ruang belajar.
RINGKASAN BERITA:
- SD Negeri Tando jadi prioritas revitalisasi 2026 untuk atasi kekurangan ruang belajar.
- Lebih dari 16 ribu sekolah telah direvitalisasi secara nasional sepanjang 2025.
- Pembangunan dimulai Mei 2026 dengan target fasilitas lengkap termasuk kelas, perpustakaan, dan sanitasi.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan hingga 2026, dengan memprioritaskan sekolah-sekolah yang masih kekurangan fasilitas dasar.
Salah satunya adalah SD Negeri Tando di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan segera mendapatkan pembangunan ruang kelas dan sarana pendukung.
Secara nasional, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025.
Khusus di Provinsi NTT, tercatat sebanyak 576 sekolah telah mendapatkan program serupa, terdiri dari 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, 9 SLB, dan 8 SKB dengan total anggaran lebih dari Rp589 miliar.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa revitalisasi di SD Negeri Tando akan dilakukan secara menyeluruh.
”Revitalisasi difokuskan pada pembangunan 4 ruang kelas baru (RKB) beserta peralatannya, 1 ruang UKS, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang administrasi, pembangunan 1 unit toilet beserta sanitasinya,” ujar Gogot di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Untuk mempercepat pelaksanaan, Direktorat Sekolah Dasar telah menyusun tahapan implementasi yang terjadwal.
Pada pekan kedua April 2026 dilakukan verifikasi dan validasi lapangan serta pembaruan data.
Selanjutnya, pekan ketiga April dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar penyaluran bantuan.
Memasuki pekan keempat April 2026, bantuan pemerintah mulai disalurkan langsung ke sekolah.
Dengan skema tersebut, pekerjaan fisik ditargetkanm ulai berjalan pada awal Mei 2026.
Menurut Gogot, tahapan ini dirancang agar penyaluran bantuan berlangsung cepat, tepat sasaran, dan akuntabel sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh siswa dan pihak sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian.
Kemendikdasmen turut mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat dan media, untuk bersama-sama mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah pelosok seperti NTT.
Respons positif datang dari daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Barat, Johanis Hani, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah dalam merespons kebutuhan sekolah.
“Kami berharap upaya ini dapat terus berjalan dengan baik dan semakin cepat, sehingga anak-anak di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di SD Negeri Tando dapat segera menikmati fasilitas gedung sekolah yang lebih layak, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri Tando, Fransiskus Jenala.
Ia berharap program revitalisasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolahnya yang saat ini masih memiliki keterbatasan sarana.
“Kami sangat berharap adanya penambahan empat ruang kelas baru, pembangunan fasilitas toilet yang layak, serta penyediaan sarana perpustakaan atau ruang belajar yang memadai agar proses pendidikan dapat berlangsung lebih baik, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas belajar siswa ke depan,” ungkapnya.
Program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur sekolah, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. (*)


