Dispersip Riau Bakal Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif untuk Masyarakat

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau akan menggelar Festival Literasi 2026 pada 5–7 Agustus di Pekanbaru. Beragam kegiatan mulai dari bedah buku, pameran, bazar UMKM hingga pentas musik disiapkan untuk mengubah citra perpustakaan menjadi ruang kreatif yang dekat dengan masyarakat.

Dispersip Riau Bakal Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif untuk Masyarakat
Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau yang bakal menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Literasi. (Sumber: Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Festival Literasi 2026 digelar pada 5–7 Agustus di Pekanbaru dengan konsep perpustakaan sebagai ruang kreatif bagi masyarakat.
  • Pengunjung dapat menikmati bedah buku, pameran, pentas musik, bazar UMKM, hingga Zona MBG (Membaca Buku Gratis).
  • Dispersip Riau ingin mengubah citra perpustakaan dari sekadar tempat meminjam buku menjadi pusat kolaborasi, kreativitas, dan literasi.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau akan menghadirkan konsep baru dalam memasyarakatkan budaya membaca melalui Festival Literasi 2026.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas kreatif, edukatif, dan hiburan yang berlangsung di halaman Kantor Dispersip Riau, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 462 Pekanbaru, pada 5–7 Agustus 2026.

Mengusung tema "Riau Membaca, Riau Berkarya", festival tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, komunitas literasi, pelajar, hingga pelaku UMKM dalam satu kegiatan yang terbuka untuk umum.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Indra, SE, M.Si., M.M., mengatakan penyelenggaraan festival merupakan bagian dari upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan yang kini telah berkembang menjadi ruang kreatif.

"Kami ingin menghadirkan literasi dalam suasana yang menyenangkan. Jadi bukan hanya membaca buku, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi, menulis, berkarya, dan berkolaborasi. Perpustakaan sekarang sudah bertransformasi menjadi ruang kreatif yang bisa dimanfaatkan semua kalangan," ungkap Indra, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, konsep Festival Literasi 2026 dibuat lebih interaktif agar literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang kaku maupun membosankan, terutama bagi generasi muda.

Beragam kegiatan telah disiapkan selama festival berlangsung, di antaranya pameran buku dan arsip Provinsi Riau, gelar wicara literasi, diskusi dan bedah buku bersama penulis nasional.

Kemudian, ada aksi literasi dari sekolah-sekolah, lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, zona permainan edukatif anak, pentas musik, dan bazar kuliner UMKM.

Selanjutnya, ada pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), stand komunitas literasi, sekolah dan perguruan tinggi, pemberian penghargaan kepada penerbit dan pemustaka terbaik, serta Zona MBG (Membaca Buku Gratis).

Indra berharap festival tersebut menjadi momentum memperkuat budaya membaca sekaligus memperluas kolaborasi antarkomunitas literasi di Provinsi Riau.

"Melalui festival ini kami mengajak seluruh masyarakat Riau datang bersama keluarga. Mari merayakan literasi dengan cara yang menyenangkan, karena dari budaya membaca akan lahir ide-ide besar, kreativitas, dan inovasi yang membawa kemajuan bagi daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan membangun budaya literasi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Festival Literasi 2026. Mari bersama-sama menumbuhkan budaya membaca demi mewujudkan Riau yang cerdas, berdaya, serta terus berkarya dan bermakna," kata dia. (*)