Diawali dari Kediaman Plt Gubri, Sensus Ekonomi 2026 Dimulai di Riau

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai di Provinsi Riau. Sebanyak lebih dari 5.300 petugas BPS disiapkan untuk melakukan pendataan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha hingga Agustus mendatang guna menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Diawali dari Kediaman Plt Gubri, Sensus Ekonomi 2026 Dimulai di Riau
Petugas menempelkan stiker tanda Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Riau. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA :

  • Lebih dari 5.300 petugas BPS diterjunkan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Riau.
  • Pendataan dilakukan secara door to door kepada masyarakat dan pelaku usaha mulai Juni hingga Agustus 2026.
  • BPS memperkenalkan slogan TIR (Terima, Isi, Rahasia Terjaga) untuk meningkatkan partisipasi dan kepercayaan masyarakat dalam sensus.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mulai mengerahkan lebih dari 5.300 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Riau.

Pendataan yang berlangsung secara door to door hingga Agustus mendatang tersebut menjadi bagian dari upaya nasional untuk memetakan kondisi perekonomian secara menyeluruh.

Dimulainya pelaksanaan sensus ditandai dengan kunjungan tim BPS Provinsi Riau kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Pekanbaru, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya kegiatan pendataan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kedatangan tim sensus dari BPS Provinsi Riau. Ini menandakan, untuk memulai pendataan Sensus Ekonomi yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia,” kata SF Hariyanto.

Menurutnya, sensus ekonomi memiliki peran strategis karena hasil pendataan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan di masa mendatang.

Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Pemerintah Provinsi Riau, lanjutnya, menyambut baik pelaksanaan sensus tersebut dan mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus yang datang melakukan pendataan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap kepada seluruh masyarakat Provinsi Riau, untuk menyambut dan menerima tim petugas yang datang ke rumah,” jelasnya.

SF Hariyanto juga mengimbau masyarakat agar memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

Menurutnya, kualitas data yang diperoleh akan sangat menentukan efektivitas kebijakan yang dirancang pemerintah pada masa mendatang.

“Kemudian, mohon berikan data yang benar dan jujur sesuai dengan data-data yang diperlukan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kerahasiaannya tetap dijamin sepenuhnya,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan gambaran ekonomi daerah yang komprehensif sehingga pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran.

“Karena, inilah bentuk kebersamaan kita untuk memberikan data yang akurat demi masa depan Indonesia,” kata dia.

Ribuan Petugas Jalankan Tugas

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan sensus telah dilakukan dan ribuan petugas kini siap menjalankan tugas di lapangan.

“Mulai hari ini, Riau bersiap untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Lebih dari 5.300 petugas siap melaksanakan tugas di lapangan hari ini,” ujarnya.

Menurut Asep, sensus kali ini tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Riau.

Pendataan tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lengkap mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, keterlibatan kepala daerah mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota dalam pelaksanaan sensus serentak diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program nasional tersebut.

“Tidak hanya masyarakat, seluruh kepala daerah mulai dari Gubernur hingga Bupati/Wali Kota pada hari ini juga mengikuti sensus bersama secara serentak. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota,” terangnya.

Untuk memudahkan masyarakat memahami proses sensus, BPS Provinsi Riau memperkenalkan slogan TIR yang merupakan singkatan dari Terima, Isi, dan Rahasia Terjaga.

Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pendataan yang dilakukan petugas.

"Untuk masyarakat ingat TIR yaitu Terima, Isi, Rahasia terjaga. Mari kita sukseskan sensus ini secara bersama untuk mencatat ekonomi Indonesia yang lebih akurat," pungkasnya.

Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghimpun data berbagai aktivitas usaha dan kegiatan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hasil pendataan nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, program, serta strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan tepat sasaran. (*)