IMO 2026: Indonesia Raih 4 Medali Perunggu dan 1 Honorable Mention

Tim Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 di Shanghai, Tiongkok. Delegasi Merah Putih membawa pulang empat medali perunggu dan satu Honorable Mention setelah bersaing dengan 685 peserta dari 119 negara.

IMO 2026: Indonesia Raih 4 Medali Perunggu dan 1 Honorable Mention
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono menyambut Delegasi Indonesia pada 67th International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 10–21 Juli 2026. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Indonesia meraih empat medali perunggu dan satu Honorable Mention pada IMO 2026 di Shanghai, Tiongkok.
  • Tim Indonesia lolos melalui seleksi OSN dan pembinaan intensif Puspresnas sebelum tampil di olimpiade matematika dunia.
  • IMO 2026 diikuti 685 peserta dari 119 negara yang bersaing menyelesaikan enam soal matematika tingkat lanjut.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Delegasi Indonesia kembali mengukir prestasi di tingkat internasional dengan membawa pulang empat medali perunggu dan satu Honorable Mention pada 67th International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 10–21 Juli 2026.

Hasil tersebut menjadi bukti berlanjutnya pembinaan talenta matematika yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam menghadapi kompetisi sains internasional.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah berjuang membawa nama Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

"Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ajang International Mathematical Olympiad 2026. Setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras para murid, dedikasi para pembina, dukungan sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah membersamai proses pembinaan talenta secara berkelanjutan," kata Irene, Sabtu (25/7/2026).

Empat medali perunggu Indonesia diraih oleh Jayden Jurianto dari SMAK 1 Penabur Jakarta, Steven Abiel Cahyono dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jawa Timur, Danica Odelia dari SMAK Penabur Gading Serpong, Banten, serta Yusril Ihsan Adinatanegara dari SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sementara itu, penghargaan Honorable Mention diraih Matthew Ravanelli Tjiptono dari SMAK Penabur Banda, Jawa Barat.

Sebelum bertanding di IMO 2026, seluruh anggota tim Indonesia terlebih dahulu melewati seleksi berjenjang melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Mereka juga mengikuti pembinaan intensif yang diselenggarakan Puspresnas untuk memperkuat penguasaan materi, strategi penyelesaian soal, dan kesiapan menghadapi kompetisi internasional.

Koordinator Pembina IMO 2026 dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Aleams Barra, mengungkapkan tingkat kesulitan soal pada IMO tahun ini menjadi tantangan bagi seluruh peserta dari berbagai negara.

"Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi," ujar Barra.

Salah seorang peraih medali perunggu, Jayden Jurianto, mengaku bangga kembali dipercaya mewakili Indonesia di kompetisi internasional.

Sebelumnya, ia juga meraih medali perunggu pada International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).

"Bangga bisa berkesempatan mewakili Indonesia kembali ke ajang internasional. Untuk IMO tes dilakukan secara dua hari berturut-turut. Setiap hari itu ada tiga soal," ucap Jayden.

Peraih medali perunggu lainnya, Danica Odelia, juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemendikdasmen dan Puspresnas selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

"Tes berlangsung kondusif dan lancar. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang sudah memfasilitasi kami untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional," terangnya.

Yusril Ihsan Adinatanegara turut mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil membawa pulang medali perunggu.

"Saya sempat khawatir tidak memperoleh medali tetapi puji syukur saya senang sekali akhirnya bisa meraih medali perunggu di IMO 2026," ungkap Yusril.

International Mathematical Olympiad merupakan kompetisi matematika paling bergengsi bagi pelajar jenjang pendidikan menengah di dunia.

Pada penyelenggaraan ke-67 tahun ini, sebanyak 685 peserta dari 119 negara mengikuti kompetisi dengan menyelesaikan enam soal matematika tingkat lanjut selama dua hari.

Prestasi yang diraih tim Indonesia pada IMO 2026 semakin memperkuat komitmen Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem pembinaan talenta secara berkelanjutan.

Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat global. (*)