Dinkes Riau Temukan 1.170 Kasus HIV pada 2025
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 1.170 kasus HIV dari 195.298 orang yang menjalani tes sepanjang 2025. Untuk menekan penularan, pemerintah memperluas edukasi melalui tokoh agama, perguruan tinggi, PKK, serta layanan pengobatan di seluruh kabupaten/kota.
RINGKASAN BERITA:
- Dinkes Riau mencatat 1.170 kasus HIV dari 195.298 orang yang menjalani tes sepanjang 2025, dengan kelompok LSL menjadi penyumbang kasus terbanyak.
- Pencegahan diperkuat melalui edukasi kepada tokoh agama, perguruan tinggi, PKK, dan masyarakat, termasuk sosialisasi yang meraih rekor MURI.
- Layanan pengobatan dan pendampingan bagi penyandang HIV kini telah tersedia di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau memperkuat upaya pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) setelah mencatat 1.170 kasus positif dari hasil pemeriksaan terhadap 195.298 orang sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Langkah pencegahan dilakukan melalui kolaborasi dengan tokoh agama, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga perluasan layanan pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan kelompok dengan jumlah kasus tertinggi berasal dari Lelaki Seks Lelaki (LSL), yakni sebanyak 462 orang atau 39,48 persen dari total kasus positif yang ditemukan.
Untuk menekan angka penularan, Dinkes Riau menggencarkan sosialisasi pencegahan HIV kepada berbagai kalangan, termasuk di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau.
"Di antaranya dengan melakukan sosialisasi pencegahan HIV ke sektor Kementerian Agama Provinsi Riau dengan membekali Penghulu, Penyuluh Agama (semua agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha), pengawas madrasah (termasuk pengawas pesantren), untuk menyampaikan pesan ke masyarakat terkait bahaya HIV serta pentingnya memperkuat iman dan taqwa di arus globalisasi saat ini," ujar Zulkifli, Kamis (23/7/2026).
Selain itu, Dinkes Riau bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Pekanbaru dalam menyelenggarakan sosialisasi pencegahan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Program tersebut berhasil mengedukasi 5.609 orang secara langsung dan serentak serta memperoleh rekor MURI sebagai sosialisasi pencegahan HIV dan IMS serentak terbanyak pada Januari 2026.
Upaya pencegahan juga diperluas ke lingkungan perguruan tinggi.
Bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau, Dinkes melakukan audiensi dengan sejumlah kampus di Pekanbaru, yakni Universitas Riau (UNRI), Universitas Islam Riau (UIR), UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Politeknik Caltex Riau (PCR), Universitas Lancang Kuning, Universitas Abdurrab, dan Universitas Hang Tuah.
Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pencegahan penularan HIV di lingkungan kampus.
Tidak hanya menyasar institusi pendidikan, Dinkes Riau juga melibatkan Tim Penggerak PKK Provinsi Riau dan PKK Kota Pekanbaru melalui kegiatan sosialisasi.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran keluarga sebagai benteng dalam mencegah perilaku yang berisiko menyebabkan penularan HIV.
Di sisi layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus memperluas akses pengobatan dan pendampingan bagi penyandang HIV.
"Kami juga melakukan upaya perluasan layanan pengobatan dan layanan perawatan dukungan pengobatan yang saat ini telah tersebar di 12 kabupaten/kota se Provinsi Riau," terang Zulkifli. (*)