Baznas Siak Targetkan 90 Keluarga Keluar dari Kemiskinan Lewat Program Sawah Zakat Produktif
Program zakat produktif Baznas Kabupaten Siak mulai menunjukkan hasil dengan panen perdana padi di lahan seluas 9 hektare di Kampung Bungaraya. Melalui sistem pengelolaan bergilir, program ini ditargetkan mampu memberdayakan 90 keluarga mustahik dalam lima tahun ke depan.
RINGKASAN BERITA :
- Program zakat produktif Baznas Siak menargetkan 90 keluarga mustahik keluar dari kemiskinan dalam lima tahun melalui pengelolaan sawah bergilir.
- Baznas menyewa lahan 9 hektare dengan investasi Rp720 juta dan menyerahkannya kepada mustahik tanpa beban modal besar.
- Program mendapat dukungan TNI AD melalui pendampingan petani, pengoperasian alat pertanian modern, dan penguatan sistem irigasi.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Program zakat produktif yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak menargetkan 90 keluarga mustahik terbebas dari kemiskinan dalam lima tahun ke depan melalui pengelolaan lahan pertanian secara bergilir.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil setelah panen perdana padi di lahan seluas 9 hektare di Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak.
Panen raya yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) itu menjadi bagian dari Program Siak Sejahtera hasil kolaborasi Baznas Kabupaten Siak dengan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 89/Gimpam Gasib.
Bupati Siak Afni Zulkifli yang hadir melakukan panen perdana memberikan apresiasi terhadap model pemberdayaan yang diterapkan Baznas Siak.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat miskin untuk memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.
"Saya rasa ini merupakan sebuah program terbaik dan mungkin hanya satu-satunya di Indonesia, kenapa, sebab program ini melalui skema dengan cara memberikan kail dan umpan untuk memancing ikan dan mendapatkan hasilnya langsung," ujar Afni.
Ia menilai pendekatan zakat produktif mampu mendorong mustahik menjadi lebih mandiri karena memperoleh sarana untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian.
"Kami sangat mendukung program kerja BazNas Kabupaten Siak, tidak nya menyampaikan zakat pola konsumtif saja yang habis seketika. Melainkan memberikan instrumen berusaha berkelanjutan bagi mustahik harapannya terbibas dari belenggu ke miskinan," terangnya.
Dalam program tersebut, Baznas Siak menyewa lahan sawah seluas 9 hektare dengan masa sewa lima tahun atau setara 10 musim tanam. Total investasi yang dialokasikan mencapai Rp720 juta.
Lahan itu kemudian diserahkan kepada masyarakat miskin untuk dikelola tanpa harus menanggung risiko penyediaan modal yang besar.
Pemberdayaan dilakukan melalui sistem bergilir, di mana setiap musim tanam melibatkan kelompok mustahik yang berbeda.
Pada musim tanam kali ini, sembilan mustahik mengelola masing-masing satu hektare lahan.
Melalui pola tersebut, Baznas Siak menargetkan sebanyak 90 kepala keluarga dapat merasakan manfaat program hingga akhir masa sewa lahan.
Program ini juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Darat melalui Brigif TP 89/Gimpam Gasib.
Dalam amanat tertulis Komandan Brigif TP 89/GG Kolonel Inf Topan Angker, S.Sos., M.I.P., yang dibacakan Kasilog Brigif TP 89/GG Mayor Inf Uda Kala' Lembang, disebutkan bahwa keterlibatan prajurit merupakan bagian dari komitmen bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) dan Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan.
Prajurit TNI terlibat dalam pengoperasian alat pertanian modern, pendampingan kepada petani, hingga memastikan sistem irigasi berfungsi dengan baik agar produktivitas pertanian meningkat.
"Sekarang alat-alat pertanian dikelola bersama TNI dan masyarakat. Bapak Tentara berkolaborasi dengan petani-petani kita. Kami siap bersama-sama memanfaatkan lahan yang ada demi kemakmuran masyarakat, dengan tetap taat pada aturan dan hukum yang berlaku," demikian amanat tersebut.
Ke depan, model pemberdayaan zakat produktif berbasis pertanian komunal itu direncanakan terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai kecamatan di Kabupaten Siak sebagai upaya memperkuat swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)