Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuki Tahap Wawancara, 4.153 Peserta Berebut Jadi Awardee

Sebanyak 4.153 peserta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026 lolos ke tahap wawancara yang berlangsung pada 9–22 Juli 2026. Tahapan ini menjadi penentu akhir untuk menetapkan penerima beasiswa hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP.

Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuki Tahap Wawancara, 4.153 Peserta Berebut Jadi Awardee
Sebanyak 4.153 peserta lolos ke tahap wawancara sebagai penentu akhir penerima Beasiswa Indonesia Bangkit 2026. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 4.153 peserta lolos ke tahap wawancara sebagai penentu akhir penerima Beasiswa Indonesia Bangkit 2026.
  • Seleksi diawali dari 12.696 pendaftar, sekitar 9.000 peserta lolos administrasi sebelum mengikuti asesmen akademik dan psikologi.
  • Wawancara berlangsung dalam empat gelombang pada 9–22 Juli 2026 untuk berbagai skema beasiswa dalam dan luar negeri.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Sebanyak 4.153 peserta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026 memasuki tahap wawancara sebagai penentuan akhir penerima beasiswa.

Proses yang berlangsung pada 9–22 Juli 2026 itu menjadi tahapan terakhir setelah peserta dinyatakan lolos asesmen kompetensi akademik dan psikologi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, mengatakan wawancara menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan calon penerima beasiswa.

"Seleksi BIB Kementerian Agama Tahun 2026 telah memasuki tahap akhir. Para peserta yang lolos asesmen kini akan mengikuti wawancara sebagai penentu akhir untuk menjadi penerima beasiswa," kata Ruchman, Rabu (15/7/2026).

Ia mengimbau seluruh peserta memanfaatkan waktu sebelum wawancara dengan mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek akademik maupun kesiapan mental.

"Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Tunjukkan kepada tim pewawancara bahwa Anda memiliki kapasitas, komitmen, dan layak menjadi bagian dari penerima Beasiswa Indonesia Bangkit," ungkapnya.

Selain mempersiapkan materi wawancara, peserta juga diminta mengiringi usaha dengan doa agar seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar.

"Semoga seluruh peserta diberikan kemudahan dalam menjawab setiap pertanyaan dan memperoleh hasil terbaik," tutur dia.

Ruchman menjelaskan, pada penyelenggaraan tahun 2026, Beasiswa Indonesia Bangkit menerima 12.696 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, sekitar 9.000 peserta lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti asesmen kompetensi akademik serta psikologi.

Setelah proses asesmen selesai, sebanyak 4.153 peserta dinyatakan berhak mengikuti tahap wawancara.

Pelaksanaan wawancara dibagi ke dalam empat gelombang.

Gelombang pertama berlangsung pada 9–11 Juli 2026 untuk peserta Beasiswa Kemitraan, Beasiswa Unggulan Keagamaan jenjang S1, S2, dan S3 luar negeri, serta Beasiswa Pesantren S2 dalam dan luar negeri.

Selanjutnya, wawancara Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keagamaan digelar pada 13–15 Juli 2026.

Tahap berikutnya, 16–18 Juli 2026, diperuntukkan bagi peserta Beasiswa Santri S1.

Adapun gelombang terakhir pada 20–22 Juli 2026 diikuti peserta Beasiswa Unggulan Keagamaan S2 dan S3 dalam negeri.

Peserta dapat melihat jadwal wawancara melalui akun pendaftaran masing-masing dan diimbau untuk memantau akun secara berkala guna memperoleh informasi terbaru.

Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Program tersebut bertujuan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui pembiayaan studi jenjang sarjana, magister, hingga doktor di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. (*)