Gerakan Jaga Bumi, Telkomsel Tanam Mangrove di Pesisir Selatan

Telkomsel menggelar aksi penanaman mangrove di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sebagai bagian dari program Telkomsel Jaga Bumi Movement. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pelestarian pesisir serta meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim.

Gerakan Jaga Bumi, Telkomsel Tanam Mangrove di Pesisir Selatan
Telkomsel menggelar aksi penanaman mangrove di Pesisir Selatan yang diawali dengan bersih-bersih pantai dan edukasi pengelolaan sampah plastik pada Sabtu (4/7/2026) kemarin. (Sumber: Telkomsel)

RINGKASAN BERITA:

  • Telkomsel menggelar aksi penanaman mangrove di Pesisir Selatan yang diawali dengan bersih-bersih pantai dan edukasi pengelolaan sampah plastik.
  • Pelanggan dapat berkontribusi menanam pohon dengan menukarkan Telkomsel Poin melalui program Carbon Offset.
  • Sejak 2022, Telkomsel Jaga Bumi telah menanam lebih dari 39 ribu pohon di 13 daerah dan melibatkan lebih dari 121 ribu pelanggan.

RIAUCERDAS.COM, PESISIR SELATAN - Telkomsel memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement yang mendorong kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Program ini dirancang untuk mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, Telkomsel mengajak masyarakat berpartisipasi langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.

Kegiatan di Nagari Sungai Pinang diikuti puluhan relawan yang terdiri atas karyawan Telkomsel, masyarakat setempat, komunitas lingkungan, pemerintah nagari, serta organisasi yang bergerak di bidang konservasi, di antaranya KKI WARSI dan LPHN.

Sebelum melakukan penanaman mangrove, para peserta lebih dahulu melaksanakan aksi bersih-bersih pantai untuk mengurangi sampah yang berpotensi mencemari kawasan pesisir.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diesel serta edukasi mengenai manfaat mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya'bani, mengatakan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap isu lingkungan terus meningkat sehingga perlu didukung melalui berbagai aksi kolaboratif.

"Kami menyadari bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan," katanya.

Melalui Telkomsel Jaga Bumi, pihaknya ingin menghadirkan wadah kolaborasi yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi.

"Kami percaya bahwa upaya pelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan," tambah Rifki.

Menurutnya, kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang memiliki ekosistem mangrove yang penting bagi kelestarian lingkungan.

Selain menyerap karbon dioksida, mangrove juga berfungsi melindungi pantai dari abrasi, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut.

Selain aksi penanaman pohon, Telkomsel juga menjalankan berbagai program dalam Telkomsel Jaga Bumi Movement.

Salah satunya Future Impact Challenge, kompetisi nasional bagi generasi muda berusia 15–35 tahun untuk menghadirkan solusi inovatif terkait isu lingkungan dan perubahan iklim.

Pendaftaran dibuka sejak 22 April hingga proses kurasi pada 5–10 Juli 2026, dilanjutkan final pitching pada 15 Juli dan penganugerahan di Yogyakarta pada 18 Juli 2026.

Program lainnya berupa Talkshow Series yang mempertemukan praktisi, akademisi, komunitas, dan pelaku industri dalam enam sesi diskusi mengenai perubahan iklim, ekonomi sirkular, dan masa depan lingkungan yang berlangsung pada 19 Mei hingga 16 Juli 2026.

Telkomsel juga menggelar kegiatan penanaman pohon dan lokakarya bersama masyarakat di empat lokasi, yakni Ciampea, Bogor, Palu, Pesisir Selatan, dan Kulon Progo sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Perusahaan turut mengajak pelanggan berpartisipasi melalui program Carbon Offset bekerja sama dengan platform Jejak.in.

Pelanggan dapat menukarkan Telkomsel Poin melalui aplikasi MyTelkomsel atau SMS untuk dikonversi menjadi penanaman pohon, dengan laporan perkembangan pohon dikirim secara berkala melalui surat elektronik.

Di bidang pengelolaan limbah, Telkomsel melanjutkan program daur ulang plastik bersama PlusTik dan Liberty Society.

Limbah kemasan kartu SIM serta kartu perdana diolah menjadi berbagai produk bermanfaat, seperti paving block, tempat sampah, kotak serbaguna, hingga dudukan kartu perdana dan telepon seluler bagi mitra outlet.

Perusahaan juga mengolah pakaian bekas karyawan menjadi produk bernilai tambah.

Upaya pelestarian lingkungan tersebut turut diperkuat melalui program internal seperti Green Challenge, Smart Mobility Initiative, Energy Saving Movement, dan Carbon Calculator Activation yang mendorong karyawan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Sejak 2022, program Telkomsel Jaga Bumi telah melibatkan lebih dari 121 ribu pelanggan dalam kegiatan carbon offset melalui penukaran Telkomsel Poin.

Hingga kini, lebih dari 39 ribu pohon telah ditanam di 13 kota dan kabupaten dengan luas kawasan konservasi mencapai 37 hektare serta berkontribusi menyerap emisi karbon lebih dari 83 tCO2e. (rls)