Cegah Anak Gagal Sekolah di SPMB 2026, Daerah Diminta Gandeng Sekolah Swasta
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meminta pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri pada SPMB 2026. Ia juga mengingatkan seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai pedoman agar bebas dari perundungan dan kekerasan.
RINGKASAN BERITA:
- Wamendikdasmen meminta pemerintah daerah menggandeng sekolah swasta agar seluruh anak tetap bisa bersekolah meski kuota sekolah negeri terbatas.
- Pelaksanaan SPMB di Balikpapan mendapat apresiasi karena dinilai transparan, inklusif, bebas diskriminasi, dan tanpa praktik titipan.
- Kemendikdasmen mengingatkan seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai pedoman agar bebas dari perundungan dan kekerasan.
RIAUCERDAS.COM, BALIKPAPAN - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak pemerintah daerah di seluruh Indonesia memperkuat kerja sama dengan sekolah swasta agar seluruh anak tetap memperoleh hak atas pendidikan meski daya tampung sekolah negeri terbatas.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 5 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.
Dalam kunjungan itu, Fajar mengapresiasi pelaksanaan SPMB Ramah di Balikpapan yang dinilai berlangsung transparan, adil, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
"Kita ingin memastikan apakah aturan-aturan SPMB selama ini yang sudah kita tetapkan, kita sepakati, dilaksanakan. Dan tadi saya lihat alhamdulillah cukup baik ya pelaksanaannya, tidak ada riak-riak. Tadi saya lihat juga kesiapan dari para staf juga kelihatan terlatih," katanya.
Ia menjelaskan, keterbatasan kapasitas sekolah negeri masih menjadi persoalan di berbagai daerah.
Di Balikpapan, sekitar 7.500 dari total 12 ribu lulusan SMP dapat diterima di SMA dan SMK negeri.
Karena itu, pemerintah daerah didorong menjalin kemitraan dengan sekolah swasta agar seluruh peserta didik tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Fajar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan yang melibatkan sekolah swasta sebagai mitra dalam penyelenggaraan SPMB sehingga akses pendidikan dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Selain meninjau pelaksanaan SPMB, Wamendikdasmen mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) sesuai pedoman Kemendikdasmen.
"Kami titip dalam proses MPLS besok, itu betul-betul ngikuti panduan dari kami. Saya percaya di sini tidak ada pembulian, tidak ada kekerasan. Kita harapkan anak-anak kita tumbuh dalam ekosistem sekolah yang aman, nyaman sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2024 budaya sekolah aman dan nyaman," tutur Fajar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan, Murti, mengatakan seluruh proses SPMB dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dengan membentuk tim informasi, pelayanan, dan verifikasi agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat dan ramah.
"Praktik baiknya itu adalah kita selalu melihat dari arahan juknis, kita harus melayani dengan ramah mulai dari memberikan informasi, peran verifikator, dan lainnya," ungkapnya.
Murti menambahkan, seluruh kepala SMA dan SMK di Balikpapan juga telah berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB dengan meniadakan praktik titipan.
"SPMB harus transparan. Kesepakatan antara kepala sekolah semua se-Balikpapan SMA dan SMK bahwa apapun kendalanya, titipan itu betul-betul ditiadakan. Alhamdulillah berjalan sampai hari ini," kata dia.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 5 Balikpapan, Sulkifli, memastikan panitia terus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.
"Kalau ada kesulitan untuk mendaftar, orang tua bisa datang langsung ke ruang IT di sekolah supaya bisa kita bantu," ujarnya.
Dukungan terhadap perluasan akses pendidikan juga datang dari sekolah swasta.
Kepala SMP PGRI 2 Balikpapan, Rinawati, mengungkapkan bahwa kuota penerimaan siswa baru di sekolahnya tahun ini mengalami peningkatan dan seluruhnya telah terpenuhi.
"Tahun ini kami mengalami peningkatan kuota, sehingga sekarang seluruh kuota sudah terpenuhi," terangnya.
Ketua Panitia SPMB SMP PGRI 2 Balikpapan, Antonia, juga menyebut proses penerimaan berjalan lancar karena tingginya minat masyarakat.
"SPMB tahun ini berjalan sangat lancar. Sebelum jam tutup kita sudah tutup duluan karena kuotanya sudah penuh," kata Antonia.
Tingginya antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas. (*)