Mahasiswa Akuntansi UIR Raih Juara Terfavorit Duta Literasi Keuangan OJK 2026

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau, Fajrio Dwi Rahmalan, berhasil meraih gelar Juara Terfavorit pada ajang Duta Literasi Keuangan OJK 2026. Prestasi tersebut menjadi awal perannya sebagai agen edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi masyarakat dan mencegah maraknya pinjaman online ilegal serta investasi bodong.

Mahasiswa Akuntansi UIR Raih Juara Terfavorit Duta Literasi Keuangan OJK 2026
Mahasiswa Akuntansi UIR, Fajrio Dwi Rahmalan, meraih gelar Juara Terfavorit Duta Literasi Keuangan OJK 2026. (Sumber: UIR)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Akuntansi UIR, Fajrio Dwi Rahmalan, meraih gelar Juara Terfavorit Duta Literasi Keuangan OJK 2026.
  • Fajrio menjadi satu-satunya wakil Universitas Islam Riau yang lolos ke 20 besar finalis dari sekitar 200 peserta se-Provinsi Riau.
  • Sebagai Duta Literasi Keuangan, Fajrio akan mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta bahaya pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Riau (UIR), Fajrio Dwi Rahmalan, sukses mengharumkan nama kampus.

Fajrio dinobatkan sebagai Juara Terfavorit dalam ajang Pemilihan Duta Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2026.

Gelar tersebut mengantarkannya menjadi salah satu agen muda yang akan terlibat dalam edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.

Ajang yang diselenggarakan OJK itu bertujuan menjaring generasi muda yang mampu berperan aktif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan penggunaan produk jasa keuangan secara aman.

Fajrio mengaku keikutsertaannya dilatarbelakangi kepedulian terhadap masih rendahnya tingkat literasi keuangan yang dinilai menjadi salah satu penyebab maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Berbekal ilmu yang dipelajari di Program Studi Akuntansi, ia ingin berkontribusi membantu masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan sekaligus mampu memilih layanan keuangan yang tepat.

Persaingan dalam ajang tersebut berlangsung ketat. Sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau mengikuti proses seleksi yang dimulai dari pendaftaran dan seleksi administrasi pada 28 Mei hingga 4 Juni 2026.

Fajrio menjelaskan, peserta yang lolos kemudian mengikuti pembekalan dan sosialisasi pada 11 Juni 2026 dengan materi mengenai tugas dan fungsi OJK serta literasi dan inklusi keuangan.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dari tahap pendaftaran dan seleksi administrasi pada 28 Mei hingga 4 Juni 2026.

Setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, para peserta kemudian melaju ke tahap pembekalan dan sosialisasi pada tanggal 11 Juni 2026.

"Pada sesi ini, peserta diberikan pengenalan mendalam mengenai tugas dan fungsi OJK, serta disuguhkan materi komprehensif seputar literasi dan inklusi keuangan," terangnya.

Tahapan berikutnya berupa post-test akademik dan pembuatan konten video sebagai bentuk evaluasi pemahaman sekaligus kreativitas peserta dalam menyampaikan edukasi keuangan.

Seleksi berlanjut ke tahap bootcamp pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026 yang hanya diikuti 20 finalis terbaik.

Fajrio menjadi satu-satunya wakil Universitas Islam Riau yang berhasil menembus babak tersebut.

Selama masa bootcamp, para finalis dibekali pemahaman yang lebih tajam dan spesifik mengenai berbagai sektor jasa keuangan, mencakup industri perbankan, asuransi, pasar modal, hingga lembaga pembiayaan.

Selain pendalaman materi, finalis juga digembleng dan diuji kemampuan public speaking, kepemimpinan, hingga cara penyelesaian masalah (problem solving) terkait isu-isu finansial nyata di masyarakat.

Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan adalah malam penganugerahan atau Grand Final yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juli 2026, di mana Fajrio sukses memukau dewan juri dan audiens hingga dinobatkan sebagai Juara Terfavorit.

Setelah meraih penghargaan tersebut, Fajrio akan menjalankan sejumlah tugas sebagai Duta Literasi Keuangan.

Di antaranya menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi keuangan, memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan bahaya pinjaman online ilegal, judi online, dan investasi bodong, serta mendukung pelaksanaan program inklusi keuangan OJK di lingkungan Universitas Islam Riau.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi tersebut memberikan banyak pembelajaran, baik dalam memperdalam pengetahuan mengenai sektor jasa keuangan maupun meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, membangun jejaring, dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

"Pencapaian ini adalah sebuah amanah besar bagi saya. Saya banyak belajar bahwa masalah keuangan di masyarakat sering bermula dari kurangnya literasi," katanya.

Dia berharap ke depannya semakin banyak mahasiswa UIR yang peduli dan teredukasi mengenai literasi keuangan.

Menurut Fajrio, kita harus bisa bersama-sama menjadi agen perubahan di lingkungan terdekat, agar keluarga dan teman-teman kita terhindar dari jeratan pinjol ilegal maupun investasi bodong.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UIR untuk terus berprestasi sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan. (*)