PP Muhammadiyah Soroti Stabilitas Internal Kampus Saat Kunjungi Umri

Kunjungan Ketua PP Muhammadiyah ke Umri menekankan pentingnya stabilitas internal dan tata kelola profesional sebagai kunci kemajuan perguruan tinggi di tengah tantangan non-akademik.

PP Muhammadiyah Soroti Stabilitas Internal Kampus Saat Kunjungi Umri
Foto bersama Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), dr. H. Agus Taufiqurrahman saat kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Rabu (22/4/2026). (Sumber: Humas UMRI)

RINGKASAN BERITA:

  • PP Muhammadiyah menilai masalah non-akademik sering jadi penyebab turunnya kualitas kampus.
  • Umri didorong memperkuat tata kelola AUM yang berkelanjutan dan profesional.
  • Integrasi perguruan tinggi dengan industri jadi strategi utama menghadapi kebutuhan dunia kerja.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Stabilitas internal kampus dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas perguruan tinggi.

Hal ini mengemuka dalam kunjungan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), dr. H. Agus Taufiqurrahman, ke Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Rabu (22/4/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan, isu penguatan tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi fokus utama diskusi strategis antara pimpinan kampus dan perwakilan PP Muhammadiyah.

Wakil Rektor III Umri, Prof. Dr. Jufrizal Syahri, menyambut kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kampus.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ini menjadi energi baru bagi Umri untuk terus berbenah, khususnya dalam mewujudkan tata kelola AUM yang unggul dan berkelanjutan,” kata dia.

Dalam arahannya, Agus Taufiqurrahman menyoroti bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapi juga pada persoalan internal yang kerap luput dari perhatian.

“Seringkali yang menurunkan kualitas sebuah kampus bukanlah persoalan akademik, melainkan kasus-kasus non-akademik. Karena itu, penting bagi kita untuk mengelola institusi dengan baik serta menghindari potensi konflik,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang profesional serta menjaga kondusivitas lingkungan kampus sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan.

Selain itu, Muhammadiyah juga mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui integrasi dengan dunia industri.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan lulusan memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja.

“Ke depan, Muhammadiyah berupaya menciptakan ekosistem baru melalui integrasi industri dengan perguruan tinggi, sehingga lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” terangnya.

Menurutnya, perguruan tinggi yang mampu berkembang secara konsisten umumnya didukung oleh sistem kepemimpinan yang tertata dan tata kelola organisasi yang berkelanjutan.

Kunjungan ini turut dihadiri Wakil Rektor II dan III Umri, para dekan, serta pimpinan unit kerja lainnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pada penguatan kelembagaan dan arah pengembangan universitas.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan sinergi antara Umri dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah semakin kuat dalam mendorong kemajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTMA) yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (*)