SDN 10 Linge Direlokasi dari Zona Merah, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Baru

Kemendikdasmen memastikan pembangunan sekolah baru bagi SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah yang rusak berat akibat banjir bandang. Karena lokasi lama berada di zona merah rawan bencana, pemerintah menyiapkan relokasi permanen serta ruang kelas darurat agar kegiatan belajar tetap berjalan.

SDN 10 Linge Direlokasi dari Zona Merah, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Baru
Kemendikdasmen menyiapkan dukungan relokasi dan anggaran pembangunan sekolah baru bagi SD Negeri 10 Linge yang mengalami kerusakan berat akibat bencana. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • SD Negeri 10 Linge akan direlokasi karena lokasi lama ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana.
  • Kemendikdasmen membangun tiga ruang kelas darurat yang ditargetkan selesai dalam tiga hingga empat minggu.
  • Sebanyak 17 satuan pendidikan di Aceh Tengah tercatat perlu direlokasi akibat terdampak bencana dan berada di kawasan berisiko tinggi.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan merelokasi SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, setelah lokasi sekolah tersebut ditetapkan sebagai zona merah pascabanjir bandang.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dukungan pembangunan sekolah baru di lokasi yang lebih aman.

Langkah relokasi dilakukan karena bangunan sekolah mengalami kerusakan berat dan dinilai tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Selain memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, pemerintah menempatkan aspek keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik sebagai pertimbangan utama.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto menegaskan bahwa pemulihan pendidikan di SD Negeri 10 Linge tidak hanya berfokus pada kelangsungan pembelajaran, tetapi juga pada penyediaan lingkungan belajar yang aman.

Keselamatan anak, guru, dan warga sekolah adalah prioritas utama.

Karena itu, pemulihan layanan pendidikan di SD Negeri 10 Linge tidak hanya diarahkan agar anak-anak dapat segera kembali belajar, tetapi juga memastikan mereka belajar di tempat yang aman, layak, dan lebih tangguh terhadap risiko bencana.

"Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan para mitra akan mengawal penyediaan ruang kelas darurat sekaligus menyiapkan dukungan pembangunan sekolah baru di lokasi relokasi yang aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Muhammad Syafran menjelaskan hasil kajian bersama menunjukkan lokasi lama SD Negeri 10 Linge masuk kawasan berisiko tinggi sehingga pembangunan kembali di tempat yang sama tidak memungkinkan dilakukan.

Menurutnya, relokasi memang menghadirkan tantangan tersendiri, namun menjadi langkah penting untuk menjamin keamanan warga sekolah dalam jangka panjang.

Pemerintah juga berupaya memastikan sekolah pengganti memiliki fasilitas yang lebih layak serta berada di kawasan yang aman dari ancaman bencana.

Sebagai solusi sementara, pembangunan tiga Ruang Kelas Darurat (RKD) mulai dilaksanakan pada 6 Juni 2026.

Fasilitas tersebut dibangun sekitar 500 meter dari lokasi sekolah lama dan berdekatan dengan area yang direncanakan menjadi lokasi relokasi permanen.

Pembangunan RKD diperkirakan selesai dalam waktu tiga hingga empat minggu.

Dengan demikian, peserta didik diharapkan dapat memulai tahun ajaran baru di ruang belajar yang lebih memadai sembari menunggu pembangunan sekolah permanen selesai.

Selama masa tanggap darurat, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan berbagai bantuan pendidikan. Sejak Februari 2026, SD Negeri 10 Linge menerima tiga tenda kelas darurat yang telah dua kali diperbaiki setelah mengalami kerusakan.

Pada Maret 2026, bantuan kembali disalurkan berupa 93 paket school kit yang berisi tas, buku, dan alat tulis, 511 buku teks, 100 buku bacaan, serta 96 pasang sepatu untuk peserta didik terdampak banjir bandang.

Selain bantuan perlengkapan belajar, sekolah tersebut juga memperoleh Dana Operasional Pendidikan Darurat sebesar Rp55 juta.

Dana itu digunakan untuk mendukung pembersihan lokasi belajar sementara, penyediaan mebel darurat, perangkat teknologi informasi dan komunikasi, serta media pembelajaran.

Sementara itu, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki menyampaikan pemerintah daerah tengah menyiapkan lokasi baru yang aman dari risiko bencana dan memiliki status lahan yang jelas.

Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah mencatat terdapat 17 satuan pendidikan yang harus direlokasi karena terdampak bencana dan berada di zona merah, termasuk SD Negeri 10 Linge.

Sebagian sekolah terdampak tersebut telah masuk dalam skema pendanaan revitalisasi tahap pertama melalui dukungan lintas kementerian maupun mekanisme swakelola.

Saat ini proses pemulihan pascabencana di Aceh Tengah masih berlangsung bersamaan dengan relokasi masyarakat terdampak.

Karena itu, penataan kembali layanan pendidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan lokasi permukiman baru serta kebutuhan akses pendidikan bagi peserta didik.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan seluruh anak terdampak bencana tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman, layak, dan berkelanjutan. (*)