Mahasiswa KKN Unri Kenalkan Ecoprint kepada Siswa SD di Pelalawan

Mahasiswa KKN Universitas Riau menggelar pelatihan ecoprint bagi siswa SD 003 dan SD 008 Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Melalui pemanfaatan daun sebagai bahan pewarna alami, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN Unri Kenalkan Ecoprint kepada Siswa SD di Pelalawan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (Unri) mengajak siswa sekolah dasar di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, belajar memanfaatkan daun menjadi karya seni melalui pelatihan ecoprint. Program edukasi yang digelar pada Sabtu (18/7/2026). (Sumber: Kelompok KKN Unri Desa Lubuk Mas)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa KKN Unri mengajarkan teknik ecoprint kepada siswa SD dengan memanfaatkan daun sebagai pewarna alami pada kain.
  • Pelatihan tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami.
  • Program mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena menghadirkan pembelajaran kreatif yang menghubungkan seni, edukasi, dan pelestarian lingkungan.

RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (Unri) mengajak siswa sekolah dasar di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, belajar memanfaatkan daun menjadi karya seni melalui pelatihan ecoprint.

Program edukasi yang digelar pada Sabtu (18/7/2026) itu dirancang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus membangun kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

Kegiatan diikuti siswa SD Negeri 003 dan SD Negeri 008 Desa Lubuk Mas yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan.

Mereka diperkenalkan dengan teknik ecoprint, mulai dari pengenalan alat dan bahan hingga praktik membuat motif alami pada kain menggunakan berbagai jenis daun.

Pada sesi pembukaan, Koordinator Mahasiswa KKN Universitas Riau, Jaswan Sakaria menjelaskan bahwa ecoprint merupakan teknik menghias kain dengan memanfaatkan bentuk, tekstur, dan pigmen alami yang terdapat pada dedaunan maupun tumbuhan.

"Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin mengenalkan kepada adik-adik bahwa alam di sekitar kita memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan media belajar dan berkarya. Daun-daun yang sering dianggap biasa ternyata dapat menghasilkan karya seni yang indah. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus membangun rasa cinta terhadap lingkungan sejak usia dini," kata Jaswan.

Selain mengenalkan teknik ecoprint, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana tanpa merusak lingkungan.

Memasuki sesi praktik, para siswa memilih berbagai jenis daun yang tersedia di lingkungan sekolah.

Daun-daun tersebut kemudian disusun di atas kain sesuai pola yang diinginkan sebelum diproses menggunakan teknik pemukulan agar pigmen alaminya berpindah ke permukaan kain.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat. Gelak tawa serta ekspresi kagum terlihat ketika motif daun mulai tercetak dengan jelas pada kain.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi setiap kelompok peserta untuk memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan benar.

Pendampingan juga memberi ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi ide dan menuangkan kreativitas melalui karya yang mereka buat.

Suasana pelatihan berlangsung meriah ketika motif daun mulai tercetak pada kain.

Setiap siswa menghasilkan karya dengan corak yang berbeda, sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, kemampuan bekerja sama, dan keberanian dalam berkreasi.

Pelatihan tersebut juga menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN mengajak siswa memahami bahwa daun yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dimanfaatkan menjadi produk seni yang bernilai.

Program ini sekaligus mendorong proses pembelajaran yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar sekolah sebagai media belajar.

Melalui pengalaman praktik secara langsung, siswa diharapkan semakin memahami bahwa lingkungan dapat menjadi sumber pembelajaran yang bermanfaat.

Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas.

Selain mengenalkan keterampilan baru, pelatihan ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN, sekolah, dan peserta didik dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unri berharap ecoprint dapat menginspirasi siswa untuk terus berkarya menggunakan bahan-bahan alami di sekitar mereka sekaligus menumbuhkan generasi muda yang kreatif dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (rls)