UIN Suska Riau Buka S2 Teknik Elektro Pertama di PTKIN, Fokus IoT dan Energi Berkelanjutan
UIN Suska Riau resmi membuka Program Studi Magister Teknik Elektro pertama di lingkungan PTKIN dan Provinsi Riau. Program ini difokuskan pada pengembangan teknologi masa depan seperti IoT, telekomunikasi, dan energi berkelanjutan.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Suska Riau menjadi kampus pertama di Riau dan PTKIN yang membuka Program Studi S2 Teknik Elektro.
- Program studi fokus pada IoT, telekomunikasi, dan energi berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.
- Mahasiswa dapat memilih jalur tesis atau riset publikasi dengan kurikulum berbasis teknologi modern dan AI.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau kembali menorehkan capaian baru di bidang pendidikan tinggi dengan membuka Program Studi Magister (S2) Teknik Elektro di bawah Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Program tersebut resmi berdiri setelah terbitnya Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Nomor 166/B/O/2026 tertanggal 5 Maret 2026.
Kehadiran program studi ini menjadikan UIN Suska Riau sebagai perguruan tinggi pertama di Provinsi Riau yang menyelenggarakan S2 Teknik Elektro.
Selain itu, program tersebut juga tercatat sebagai Program Studi Magister Teknik Elektro pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.
Pembukaan program baru tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi, industri, energi, dan transformasi digital, khususnya di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian barat.
Program Magister Teknik Elektro UIN Suska Riau dirancang dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan penguasaan teknologi modern dengan nilai-nilai keislaman serta pembangunan berkelanjutan.
Adapun tiga bidang peminatan utama yang ditawarkan meliputi energi berkelanjutan, Internet of Things (IoT), dan telekomunikasi.
Mahasiswa nantinya dapat memilih jalur perkuliahan berbasis tesis maupun jalur riset dan publikasi.
Ketua Tim Pendirian Prodi S2 Teknik Elektro, Dr. Ir. Kunaifi, ST., PgDipEnSt., M.Sc mengatakan keberadaan program tersebut sangat relevan dengan perkembangan sektor industri di Provinsi Riau.
Menurutnya, kebutuhan tenaga ahli di bidang teknologi terus meningkat seiring berkembangnya industri energi, telekomunikasi, manufaktur, hingga pengolahan sumber daya alam.
Kunaifi menjelaskan, program yang dapat ditempuh selama empat semester itu juga diarahkan menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi teknologi di bidang IoT, telekomunikasi, serta energi berkelanjutan.
“Prodi S2 Teknik Elektro UIN Suska Riau diharapkan menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi teknologi di kawasan regional, terutama dalam bidang IoT, telekomunikasi, dan energi berkelanjutan yang menjadi kebutuhan masa depan, termasuk menyediakan green job yang berkompeten bagi bangsa Indonesia,” kata dia.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Yuslenita Muda, S.Si., M.Sc menyebut pembukaan program studi tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan di lingkungan fakultas.
“Saya yakin Prodi ini akan berkontribusi besar pada penguatan SDM Riau dan Sumatera karena didukung oleh dosen-dosen berkualifikasi doktor dan profesor dengan latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti menegaskan pembukaan Program Studi Magister Teknik Elektro merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengintegrasikan sains, teknologi, dan nilai-nilai Islam.
Program ini dijadwalkan mulai menerima mahasiswa baru pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Calon mahasiswa yang dapat mendaftar berasal dari lulusan berbagai bidang teknik dan sains terkait seperti Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Komputer, Sistem Informasi, Teknik Energi, hingga Teknik Industri.
Selain itu, pihak kampus juga menyiapkan program matrikulasi guna membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik agar dapat mengikuti perkuliahan secara optimal.
Lulusan program ini diproyeksikan dapat berkarier sebagai akademisi, peneliti, profesional industri, konsultan teknik, maupun pengembang teknologi pada sektor energi, telekomunikasi, dan sistem cerdas berbasis IoT. (*)