Mendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi Pengelolaan Sampah dan Penghasil SDM Berdaya Saing Global

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi, di tengah upaya memperkuat kualitas lulusan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Mendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi Pengelolaan Sampah dan Penghasil SDM Berdaya Saing Global
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Sumber: Kemdiktisaintek)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemdiktisaintek mendorong kampus menjadi pusat inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
  • Mendiktisaintek menekankan pentingnya budaya kerja “perfect in detail” untuk membentuk karakter dan kualitas lulusan.
  • Perguruan tinggi diminta memperkuat layanan akademik dan pengembangan dosen agar lulusan Indonesia mampu bersaing secara global.

RIAUCERDAS.COM, SIDOARJO - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan masyarakat, termasuk pengelolaan sampah berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Kampus dinilai tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga motor inovasi yang mampu menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, perguruan tinggi perlu menghadirkan solusi konkret melalui inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

“Dengan harapan kampus dapat menjadi pusat inovasi pengolahan sampah terpadu berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara tepat,” ujar Brian dikutip dari laman Kemdiktisaintek, Minggu (17/5/2026).

Selain mendorong inovasi sosial, Kemdiktisaintek juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui budaya akademik unggul dan layanan pendidikan yang berkualitas.

Brian menilai kualitas SDM menjadi salah satu penentu utama daya saing bangsa di tingkat global.

Menurutnya, sistem pengujian dan akreditasi pendidikan tinggi harus terus diperkuat dengan prinsip continuous improvement agar lulusan Indonesia memiliki kompetensi yang diakui secara internasional.

“Kita ingin lulusan Indonesia memiliki kualitas yang teruji dan mampu bersaing, termasuk di tingkat internasional,” ujar Brian.

Kemdiktisaintek turut mengapresiasi keterlibatan dosen penguji dari berbagai daerah di Indonesia dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Peran dosen disebut tidak sebatas pengajar, tetapi juga membentuk karakter, budaya kerja, dan pola pikir mahasiswa.

Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong tumbuhnya growth mindset serta budaya akademik yang positif.

Brian juga membagikan pengalamannya saat menjalin kolaborasi akademik dengan sejumlah universitas di Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Ia menilai kampus-kampus maju memiliki budaya kerja “perfect in detail”, yakni perhatian terhadap kualitas hingga aspek-aspek kecil dalam pelayanan akademik maupun lingkungan kampus.

Menurutnya, suasana kampus yang tertata, disiplin, dan konsisten akan memengaruhi pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.

“Kampus bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi tempat membangun mindset dan karakter. Mahasiswa yang terbiasa berada dalam lingkungan yang baik akan membawa standar kualitas itu ketika terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pelayanan bagi dosen, termasuk dalam proses pengembangan karier dan kenaikan jabatan akademik.

Manajemen kampus diminta lebih proaktif membantu dosen memenuhi persyaratan akademik, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kompetensi.

Brian juga mengapresiasi kontribusi para dosen yang terus membina mahasiswa dan mendukung pengembangan pendidikan tinggi nasional demi mencetak generasi unggul Indonesia. (*)