Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree Inggris-Indonesia 2026, Pendaftaran Ditutup 31 Mei

Kementerian Agama kembali membuka Program Beasiswa Master Double Degree 2026 bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, dan alumni pendidikan keagamaan. Penerima beasiswa akan menempuh studi di Indonesia dan Inggris melalui kerja sama dengan sejumlah kampus internasional ternama.

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree Inggris-Indonesia 2026, Pendaftaran Ditutup 31 Mei
Kementerian Agama kembali membuka Program Beasiswa Master Double Degree 2026 bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, dan alumni pendidikan keagamaan. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA :

  • Kemenag membuka beasiswa S2 double degree Indonesia-Inggris hingga 31 Mei 2026.
  • Penerima beasiswa akan kuliah di Indonesia dan Inggris masing-masing selama satu tahun.
  • Program melibatkan kampus ternama seperti University of Edinburgh dan SOAS University of London.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kesempatan melanjutkan studi magister ke luar negeri kembali dibuka Kementerian Agama (Kemenag) melalui Program Beasiswa Master Double Degree 2026.

Program ini memberi peluang bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, hingga alumni pendidikan keagamaan untuk meraih gelar ganda di kampus Indonesia dan Inggris dengan masa pendaftaran hingga 31 Mei 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 yang dikelola Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma).

Penerima beasiswa nantinya akan menjalani pendidikan selama satu tahun di perguruan tinggi dalam negeri dan satu tahun di universitas mitra di Inggris.

Adapun perguruan tinggi luar negeri yang terlibat dalam program ini yakni The University of Edinburgh dan SOAS University of London.

Sementara kampus di Indonesia meliputi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Alauddin Makassar.

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan kerja sama internasional tersebut telah berjalan sejak 2023 melalui kolaborasi UIII dengan University of Edinburgh dan SOAS University of London.

Pada 2025, kemitraan diperluas dengan melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London.

“Tahun ini, Kementerian Agama kembali membuka beasiswa program Master Double Degree di UIII dengan Edinbrugh atau SOAS University serta UIN Yogyakarta dan UIN Makassar dengan SOAS University. Penerima beasiswa akan kuliah selama setahun di Perguruan Tinggi di Indonesia dan setahun di Perguruan Tinggi Luar Negeri,” jelas Ruchman.

Ia menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Indonesia.

“Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia serta mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, Siti Maria Ulfa, menyebut sasaran program beasiswa ini diprioritaskan bagi guru, tenaga kependidikan, pegawai Kementerian Agama, serta alumni pendidikan keagamaan.

Pendaftar diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berstatus Warga Negara Indonesia, berusia maksimal 30 tahun per 31 Desember 2026, telah menyelesaikan pendidikan D4 atau S1, serta memiliki IPK minimal 3,00.

Selain itu, pelamar juga wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL ITP 520, TOEFL IBT 61, Duolingo 110, atau IELTS 6.0 yang diterbitkan lembaga resmi dalam dua tahun terakhir.

Informasi lengkap mengenai program Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag dapat diakses melalui situs resmi Kemenag dan platform pendaftaran beasiswa terintegrasi. (*)