Patroli Udara dan Kanalisasi Jadi Strategi Utama Tekan Karhutla di Pelalawan

Penanganan karhutla di Pelalawan difokuskan pada patroli udara terpadu dan teknik kanalisasi untuk mengendalikan kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Patroli Udara dan Kanalisasi Jadi Strategi Utama Tekan Karhutla di Pelalawan
H, Zukri, Bupati Pelalawan bersama unsur Forkopimda menyemprotkan air ke lahan yang terbakar dalam upaya mengatasi Karhutla. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Patroli udara dan kanalisasi menjadi strategi utama mengatasi karhutla di lahan gambut.
  • Api bawah permukaan (ground fire) jadi tantangan utama dalam pemadaman.
  • Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah diperkuat untuk percepatan penanganan.

RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Strategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan kini mengedepankan patroli udara terpadu dan teknik kanalisasi sebagai langkah utama menekan penyebaran api, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar.

Upaya ini melibatkan sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dengan memanfaatkan helikopter Polri untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Patroli udara tersebut diikuti oleh Zukri Misran, Ino Haryanto, Ketut, serta Rendra D.

Fokus penanganan diarahkan ke lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Mutiara Gambut yang mengalami kebakaran dengan karakteristik api bawah permukaan atau ground fire, sehingga membutuhkan metode khusus dalam pemadaman.

Di lokasi tersebut, tim melakukan pemadaman langsung sekaligus mengecek kesiapan Satgas Darat yang telah lebih dari sepekan menjalankan operasi kanalisasi dan pembasahan lahan.

Teknik kanalisasi dilakukan dengan membuat sekat kanal guna menjaga tinggi muka air gambut tetap basah, sehingga mampu menekan potensi penyebaran api di bawah permukaan.

Bupati Pelalawan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dan Polri dalam penanganan karhutla yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan kebakaran.

“Karakteristik gambut menyebabkan api dapat bertahan di bawah permukaan. Oleh karena itu, selain pemadaman, upaya menjaga kelembaban lahan melalui kanalisasi menjadi sangat penting,” kata Rendra, Sabtu (4/4/2026).

Sementara itu, Ino Haryanto menegaskan bahwa patroli udara yang dilakukan merupakan bagian dari percepatan penanganan karhutla sekaligus memastikan seluruh unsur bekerja secara optimal dan terkoordinasi.

Selain melakukan pemadaman, rombongan juga memberikan motivasi kepada personel Satgas Darat yang terus bekerja intensif di lapangan, serta mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama bertugas.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mengendalikan potensi karhutla di wilayah Riau, khususnya Pelalawan, sehingga tidak berkembang menjadi bencana kabut asap yang merugikan masyarakat. (*)