731 Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Fokus Bersihkan Lumpur

Mendagri Tito Karnavian mengerahkan ratusan praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, dengan fokus pada pembersihan lumpur tebal di permukiman dan situs bersejarah.

731 Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Fokus Bersihkan Lumpur
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memimpin apel yang menandai kehadiran ratusan Praja IPDN untuk membantu memulihkan kondisi Aceh pascabanjir. (Sumber: Humas Kemendagri)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sebanyak 731 praja IPDN diterjunkan untuk menangani lumpur tebal pascabanjir.
  • Fokus penanganan mencakup permukiman warga hingga situs Istana Benua Raja.
  • Penugasan gelombang ketiga menjadi tahap paling berat dalam proses pemulihan.

RIAUCERDAS.COM, ACEH - Penanganan dampak lumpur tebal pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi prioritas dalam penugasan 731 praja pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri gelombang ketiga.

Mereka diterjunkan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk membersihkan permukiman warga hingga situs bersejarah yang terdampak.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung apel pembukaan penugasan di halaman Istana Benua Raja, yang juga menjadi salah satu lokasi terdampak endapan lumpur berat.

Sebanyak 731 praja tingkat satu didampingi 37 aparatur sipil negara Kementerian Dalam Negeri akan bertugas selama satu bulan ke depan.

Mereka difokuskan pada penanganan wilayah dengan sedimentasi lumpur yang telah mengeras dan sulit dibersihkan.

"Target utamanya menyelesaikan persoalan-persoalan di titik yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras, ya," ujar Tito, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Tito, penanganan pascabencana dilakukan dalam tiga tahap.

Gelombang pertama difokuskan pada pemulihan perkantoran, disusul gelombang kedua di lingkungan masyarakat. 

Sementara gelombang ketiga menghadapi tantangan lebih berat karena harus menangani endapan lumpur yang mencapai beberapa meter di sejumlah titik.

Ia menegaskan, apabila pekerjaan di dusun terdampak selesai lebih cepat dari target, personel akan segera dialihkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan bantuan.

Selain itu, Tito juga mengingatkan para praja untuk menjaga disiplin dan kesehatan selama bertugas di lapangan.

“Jaga kesehatan mereka masing-masing dan jangan sampai membuat pelanggaran-pelanggaran. Contoh keberhasilan penugasan dua gelombang sebelumnya dengan bekerja keras dan tulus,” ujar Tito.

Untuk mendukung operasional, Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truck guna mempercepat pengangkutan material lumpur.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana, mengingat kerusakan infrastruktur dan permukiman yang cukup besar akibat banjir bandang yang meninggalkan endapan lumpur di berbagai wilayah. (*)