Tak Sekadar Wacana, Program Pemko Pekanbaru Terealisasi Satu Persatu

Setahun lebih sudah pasangan H Agung Nugroho SE MM dan H Markarius Anwar ST M.Arch memimpin Kota Pekanbaru. Di tahun pertama periode kepemimpinan mereka, sejumlah kemajuan terlihat jelas di depan mata. Bahkan, banyak yang sudah dirasakan masyarakat.

Tak Sekadar Wacana, Program Pemko Pekanbaru Terealisasi Satu Persatu
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar hadir langsung memantau pengerjaan perbaikan jalan raya beberapa waktu lalu. (Sumber: Diskominfotik Pekanbaru)

PEKANBARU - Setahun lebih sudah pasangan H Agung Nugroho SE MM dan H Markarius Anwar ST M.Arch memimpin Kota Pekanbaru. Di tahun pertama periode kepemimpinan mereka, sejumlah kemajuan terlihat jelas di depan mata. Bahkan, banyak yang sudah dirasakan masyarakat.

Kemajuan tersebut menunjukkan pembangunan di Pekanbaru menuju arah yang benar. Pembangunan lebih terstruktur, pelayanan publik semakin terasa dekat dengan masyarakat. Selain itu, tata kelola kota pun dibenahi secara menyeluruh.

Program demi program yang sudah tercapai menjadi fondasi yang baik untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Gerak langkah kebijakan dan program kerja Agung-Markarius membentang di segala sektor kehidupan. Baik tata kelola pemerintahan, pendidikan, sosial, budaya, keagamaan, kebersihan hingga upaya-upaya menambah pemasukan daerah. 

Untuk mengatasi sampah dan kebersihan kota misalnya. Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (20/2/2025), Agung-Markarius langsung turun melayani masyarakat Pekanbaru.

Langkah pertama yang dilakukan Wali Kota yaitu  menurunkan tarif parkir tepi jalan umum kendaraan bermotor yang sempat dikeluhkan masyarakat. Kebijakan itu ia lakukan sesaat setelah dilantik dengan meneken Perwako Nomor 02 Tahun 2025 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Jasa Umum atas Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.

Tarif parkir mobil yang awalnya Rp 3.000 turun menjadi Rp2.000. Sementara, roda dua turun dari Rp2.000 menjadi Rp1.000. Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat yang sebelumnya mengeluhkan kenaikan tarif parkir. 

Wajah Kota dan Kebersihan

Upaya memperindah wajah kota juga jadi hal yang tak luput dari perhatian Agung-Markarius. Satu masalah yang diatasi sangat serius yaitu mengatasi penumpukan sampah Lewat Gerakan Serbu Sampah.

Di samping itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan yang awalnya beroperasi secara mandiri. LPS ini bertindak mengangkut sampah langsung dari rumah warga dan membuangnya di Tempat Penampungan Sementara atau TPS. 

Seiring waktu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru membuka layanan pengaduan bila masyarakat ingin mengeluhkan kinerja LPS. Dengan begini, diharapkan tidak ada lagi sampah yang menumpuk lama di lingkungan masyarakat.

Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga Menindak pelaku pembuang sampah ilegal. Teranyar pada 23 April lalu, tiga pelaku angkutan sampah ilegal ditindak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah tertangkap tangan membuang sampah di pinggir Jalan Air Hitam.

Terbaru, Pemko Pekanbaru menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi. Bahkan, saat kunjungannya di Pekanbaru Selasa (5/5/2026), Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat mendorong WTE segera terwujud. 

Upaya memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan juga diwujudkan lewat penanaman 15 ribu pohon di sejumlah lokasi. 

 Masih terkait wajah kota, Pemko Pekanbaru hingga kini telah menertibkan 175 tiang reklame ilegal. Tiang reklame yang sudah lama berdiri tanpa izin dipotong, seperti di Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Imam Munandar, Simpang Pasar Pagi Arengka dan Jalan Riau.

Agung-Markarius juga tancap gas dalam upaya pengendalian banjir. Hal itu ditunjukkan dengan menangani 20 titik rawan banjir. Lalu, telah dilakukan juga normalisasi sungai sepanjang 78,2 Kilometer, perbaikan drainase, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang 109,5 Kilometer.

Bersamaan dengan penanganan banjir, perbaikan infrastruktur juga tercatat melampaui target. Tahun lalu, 29 ruas jalan yang tersebar di 15 kecamatan mulus kembali. Tahun ini, dengan dana Rp100 miliar, lebih dari 42 kilometer jalan rusak bakal diperbaiki.  

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru, Edward Riansyah, percepatan perbaikan jalan jadi prioritas wali kota. Dalam rentang waktu 2-3 tahun memimpin, wali kota ingin sepanjang 100 Kilometer jalan rusak sudah diaspal. Bahkan kebijakan ini menyasar daerah-daerah pinggiran kota. 

Wajah kota juga semakin “kinclong” dengan peremajaan sejumlah halte bus, pemasangan lampu penerangan jalan serta menghadirkan fasilitas wifi gratis di sejumlah titik.

Setelah wajah kota diperbaiki, Pemko Pekanbaru juga berupaya meningkatkan rasa aman dan perlindungan masyarakat, dengan peluncuran Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 oleh Wali Kota, Agung Nugroho beberapa waktu lalu. 

Pendidikan

Di bidang pendidikan, kepedulian Agung-Markarius diwujudkan lewat Program Beasiswa S1 hingga S3 bagi masyarakat. Program beasiswa termasuk diberikan bagi Hafiz Al-Qur’an. 

Di samping itu, Program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah dengan berbagai latar permasalahan. Pemko juga telah mengembalikan 757 anak mengenyam pendidikan. Baik SD, SMP, SMA hingga pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C.

“Kalau ada juga anak yang putus sekolah, laporkan kepada kami. Asalkan anak tersebut betul-betul mau sekolah,” ungkap Agung Nugroho beberapa waktu lalu. 

Sementara, saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Pekanbaru, Senin (4/5/2026) lalu, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Syafrian Tommy menegaskan Pemko berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sehingga sekolah menjadi rumah kedua bagi siswa. 

Selain mengentaskan anak putus sekolah, Pemko juga aktif menanggulangi kendala ijazah anak yang tertahan. Di samping itu, Pemko proaktif membantu perlengkapan sekolah bagi peserta didik.

Lalu, untuk mensukseskan Wajib Belajar 13 Tahun,  Pemko Pekanbaru telah mewujudkan 1 PAUD 1 Kelurahan yang terintegrasi dengan layanan Posyandu.

Di samping itu, Pemko juga meningkatkan kompetensi kader Posyandu lewat pelatihan-pelatihan yang menjadi bagian strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang. 

Atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada  Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat.

Pemko juga menggencarkan pemeriksaan kesehatan gratis, serta Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung-Markarius. Dimana, Kota Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.

Selain itu, pemerintah juga menggelar Festival Kreatif Budaya Melayu untuk menghidupkan nilai kultural. Sementara, untuk memacu gaya hidup sehat warga, Pemko meresmikan Stadion Mini Gelora Hang Tuah dan menggelar Event Lari Pekanbaru 10K.

Pelayanan Publik dan Sosial

Di bidang pelayanan publik, Agung-Markarius di tahun pertama menjabat sudah Menghadirkan Mobil AMAN yang mendekatkan layanan administrasi kependudukan ke kecamatan-kecamatan. 

Di Mobil AMAN, masyarakat dapat mendapatkan pelayanan perekaman dan cetak e-KTP. Lalu cetak Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, Akta Perkawinan, Akta Kelahiran, Akta Kematian hingga surat pindah.

Selanjutnya, pemberdayaan masyarakat diwujudkan Pemko dengan Program Rp 100 Juta per RW. Sementara, pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 dilakukan Pemko guna memperkuat kapasitas aparatur.

Gebrakan lainnya yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Pemko dari sisi tata kelola keuangan. Bahkan, utang warisan senilai Rp 467 Miliar berhasil dilunasi. Agung-Markarius juga memastikan masuknya investasi baru, dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam 1 jam. 

Sementara, untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemko Pekanbaru mengadakan Bazar Pangan Murah yang berlangsung di 50 lokasi. Dengan langkah ini, Pemko berupaya menghadirkan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau. 

Tak hanya pada warganya, Pemko Pekanbaru juga bersolidaritas pada penyintas bencana di wilayah lain. Solidaritas tersebut ditunjukkan dengan penyaluran bantuan tunai dan sembako senilai Rp3 miliar dan Rp 1,5 miliar bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Akselerasi PSN

Wali Kota Agung Nugroho juga menunjukkan keseriusannya untuk akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) serta Pembangunan Pekanbaru. Contohnya, untuk mensukseskan program MBG yang jadi prioritas Presiden Prabowo, di Pekanbaru sudah berdiri 27 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Tiap dapur menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari. 

PSN lainnya yang telah hadir di Pekanbaru adalah Koperasi Merah Putih. Dimana, suda ada sebanyak 83 koperasi yang berbadan hukum di setiap kelurahan. 

Di bidang pendidikan, program digitalisasi pendidikan di Pekanbaru masih berjalan. Di antaranya yang sudah ada, sekolah-sekolah negeri di Pekanbaru mendapat smart board interactive flat panel atau IFP.

Sementara, pembangunan fisik Sekolah Rakyat masuk tahap persiapan, dimana lahannya telah tersedia. Meski demikian, Sekolah Rakyat sudah beroperasi memanfaatkan Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial. 

Pemko Pekanbaru juga menyokong program pemerintah pusat, Pengentasan Kemiskinan Intervensi yang bertujuan menghapus kemiskinan ekstrem dan mendorong pengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan.

 Lalu, ada juga Pengelolaan Sampah Terpadu, mengembangkan sistem pengelolaan sampah serta pengangkutan dan pengurangan timbunan sampah melalui LPS di setiap kelurahan. 

Kegiatan lainnya yang mendukung PSN adalah pembangunan Rumah Swadaya. Dimana, sudah ada 42 unit rumah layak huni baru dan 12 unit rumah direhabilitasi. 

Di samping itu, pencapaian Jaringan Gas (Jargas) di Pekanbaru telah melingkupi 20 ribu sambungan rumah di Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru Kota dan Sail. (*)