SUPAS 2025: Penduduk Riau Tembus 6,82 Juta, Bonus Demografi Masih Terjaga
BPS Riau mencatat jumlah penduduk mencapai 6,82 juta jiwa dengan dominasi usia produktif. Meski pertumbuhan melambat, Riau masih berada dalam fase bonus demografi dengan tantangan menuju ageing population.
RINGKASAN BERITA:
- Penduduk Riau mencapai 6,82 juta jiwa dengan dominasi usia produktif 68,69%
- Riau masih menikmati bonus demografi meski rasio ketergantungan meningkat
- Generasi Z dan milenial mendominasi hampir separuh populasi, jadi potensi tenaga kerja masa depan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan jumlah penduduk Riau kini mencapai 6,82 juta jiwa.
Angka ini meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang mencatat 5,54 juta jiwa.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan penduduk dalam beberapa tahun terakhir cenderung melambat. “Penduduk Provinsi Riau tumbuh melambat dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun dalam lima tahun terakhir,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Di tengah perlambatan tersebut, struktur demografi Riau masih didominasi usia produktif yang mencapai 68,69 persen dari total populasi.
Kondisi ini menandakan peluang besar dalam pemanfaatan bonus demografi.
Namun, rasio ketergantungan tercatat meningkat menjadi 45,58 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 46 penduduk usia nonproduktif.
“Meski meningkat, angka ini masih menunjukkan bahwa Riau berada dalam fase bonus demografi,” kata Asep.
Dari aspek fertilitas, Total Fertility Rate (TFR) Riau berada di angka 2,21 atau mendekati tingkat penggantian (replacement level).
Sementara itu, indikator kesehatan menunjukkan perbaikan dengan penurunan Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) menjadi 13,28.
Mobilitas penduduk juga memperlihatkan dinamika menarik. Mayoritas wilayah di Riau menjadi tujuan migrasi, dengan Kabupaten Kampar mencatat migrasi risen neto tertinggi sebesar 7,33.
Sebaliknya, Kota Pekanbaru mengalami migrasi neto negatif terbesar sebesar -8,41.
“Sebagian besar kabupaten di Riau menjadi tujuan migrasi, sementara Pekanbaru mengalami migrasi neto negatif,” tuturnya.
Di sisi lain, Riau mulai menghadapi tantangan baru dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia yang mencapai 8,65 persen.
Angka ini mendekati fase ageing population.
Dari komposisi jenis kelamin, penduduk laki-laki berjumlah 3,47 juta jiwa atau 51,04 persen, sedangkan perempuan sebanyak 3,33 juta jiwa atau 48,96 persen.
Rasio jenis kelamin sebesar 104 menunjukkan terdapat 104 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Secara generasi, penduduk Riau didominasi Generasi Z sebesar 26,70 persen, diikuti generasi milenial sebesar 24,77 persen.
Kedua kelompok ini mencerminkan besarnya potensi tenaga kerja di masa mendatang.
Asep menegaskan, hasil SUPAS 2025 menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis kependudukan.
“Hasil SUPAS 2025 ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika demografi Riau yang dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan ke depan,” kata dia. (*)