Program Satu ASN Satu RW Resmi Bergulir di Pekanbaru, Warga Bisa Sampaikan Keluhan Langsung

Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menjalankan program satu ASN satu RW dengan menempatkan aparatur sipil negara di setiap rukun warga. Program ini bertujuan mempercepat pendataan warga, menampung keluhan masyarakat, serta memperkuat pengawasan kondisi infrastruktur dan pelayanan publik hingga tingkat lingkungan.

Program Satu ASN Satu RW Resmi Bergulir di Pekanbaru, Warga Bisa Sampaikan Keluhan Langsung
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho telah meluncurkan program Satu ASN Satu RW. Lewat program ini, keluhan masyarakat dapat cepat ditampung. (Sumber: pekanbaru.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Pemko Pekanbaru resmi menempatkan ASN di setiap RW untuk mendata warga dan menampung berbagai keluhan masyarakat.
  • Program ini memungkinkan pemerintah memperoleh informasi kondisi wilayah secara lebih cepat dan langsung dari lingkungan warga.
  • Selain ASN, Pemko juga menugaskan 10 petugas operasional di setiap kecamatan untuk menjaga kebersihan dan memastikan drainase berfungsi dengan baik.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat pelayanan hingga tingkat lingkungan melalui program satu Aparatur Sipil Negara (ASN) satu Rukun Warga (RW) yang resmi dijalankan mulai Rabu (3/6/2026).

Melalui program ini, masyarakat diharapkan lebih mudah menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Peluncuran program ditandai dengan pelepasan para ASN yang akan bertugas di setiap RW oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di Lapangan Belimbing.

Para aparatur tersebut diberi tugas melakukan pendataan kewilayahan sekaligus menjadi penghubung antara warga dan pemerintah daerah.

Menurut Agung, keberadaan ASN di tingkat RW akan membantu pemerintah memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat terkait kondisi masyarakat maupun kebutuhan pembangunan di setiap wilayah.

Selain mendata warga, ASN juga diminta mencatat berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, mulai dari kebutuhan bantuan sosial, kondisi fasilitas umum, hingga persoalan infrastruktur lingkungan.

"Apabila memang belum dapat bantuan, nanti kita data. Kita upayakan, bantuan yang mana bisa mereka salurkan," kata Agung.

Data dan laporan yang dihimpun petugas nantinya akan disampaikan langsung kepada Wali Kota sebagai bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

"Jadi kami mendapatkan informasi lebih cepat, tentang kondisi terkini di seluruh kecamatan," ujar dia.

Agung menjelaskan program tersebut merupakan pengembangan dari pola yang sebelumnya telah diterapkan di Kecamatan Bina Widya dan Kecamatan Sail.

Kini pelaksanaannya diperluas ke sejumlah kecamatan lain, yakni Kecamatan Tuah Madani, Bukit Raya, Marpoyan Damai, dan Kecamatan Lima Puluh.

Dalam pelaksanaannya, setiap ASN ditugaskan sebagai penanggung jawab atau person in charge (PIC) di wilayah RW yang telah ditetapkan.

Mereka diharapkan aktif turun ke lapangan dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

"Mereka harus menjadi PIC di seluruh RW, jadi optimalkan kinerja di setiap RW yang ada," tegasnya.

Wali Kota juga memastikan pelaksanaan program akan diawasi secara berkala.

Kinerja ASN di lapangan akan menjadi perhatian agar tujuan program dapat tercapai secara maksimal.

"Saya bisa memantau aktivitas ASN di RW nantinya, jangan sampai tidak bekerja di lapangan," ujarnya.

Selain menempatkan ASN di setiap RW, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menugaskan 10 petugas Operasional dan Pemeliharaan (OP) di masing-masing kecamatan.

Petugas tersebut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan saluran drainase tetap berfungsi dan tidak tersumbat.

Melalui program ini, Pemko Pekanbaru berharap pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan permukiman warga. (*)