Pemko Pekanbaru Gencarkan Edukasi Bahaya HIV ke Sekolah
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menggencarkan edukasi bahaya HIV di sekolah. Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengajak para remaja menghindari pergaulan bebas dan perilaku berisiko, termasuk LGBT, sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan HIV.
RINGKASAN BERITA:
- Pemko Pekanbaru memulai edukasi bahaya HIV di sekolah dengan menyasar pelajar sebagai langkah pencegahan sejak dini.
- Wawako Markarius Anwar mengajak remaja menghindari pergaulan bebas dan perilaku berisiko terhadap penularan HIV.
- Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru akan melanjutkan program edukasi ke SD, SMP, SMA, serta melakukan screening di lokasi yang berpotensi terjadi penularan HIV.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memperluas edukasi pencegahan HIV dengan menyasar kalangan pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Program tersebut diawali melalui penyuluhan di SMPN 42 Pekanbaru sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja terhadap risiko penularan HIV sejak dini.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan edukasi tersebut menghadirkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru agar para pelajar memperoleh pemahaman mengenai bahaya HIV dan cara menghindari faktor-faktor yang berisiko.
"Kami hadirkan dokter dari dinas kesehatan, guna memberi pemahaman tentang bahaya dari HIV," ujarnya saat menghadiri penyuluhan Bahaya HIV dan LGBT di SMPN 42 Pekanbaru, Jumat (17/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Markarius juga mengajak para remaja menjaga diri dari pergaulan bebas serta menghindari perilaku yang menurutnya menyimpang, termasuk LGBT.
Ia menyebut perilaku tersebut menjadi salah satu faktor penyebab penularan HIV.
"Kami mengajak remaja untuk menjaga diri, serta menghindari pergaulan bebas dan prilaku menyimpang seperti LGBT," ungkap Markarius.
Menurutnya, pemberian edukasi sejak usia sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar sehingga mampu menghindari berbagai risiko penularan HIV.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan penularan HIV yang dilakukan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru.
Ia mengatakan program serupa akan diperluas ke sekolah lain, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
"Kami bakal gelar edukasi di sekolah lainnya, baik tingkat SD, SMP serta SMA," tutur Dedy.
Selain penyuluhan, Dedy menambahkan kegiatan berikutnya juga akan mencakup pelaksanaan screening di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi penularan HIV. (*)