Mahasiswa Kukerta Unri Hidupkan Lagi Perpustakaan Desa Kumantan, Dorong Minat Baca Generasi Muda
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau bersama Pemerintah Desa Kumantan mengaktifkan kembali perpustakaan desa yang sempat vakum. Program ini diharapkan menjadi langkah awal meningkatkan budaya literasi masyarakat meski pengelolaannya masih menghadapi keterbatasan anggaran.
RINGKASAN BERITA :
- Mahasiswa Kukerta Universitas Riau bersama Pemerintah Desa Kumantan mengaktifkan kembali perpustakaan desa yang sempat vakum selama beberapa tahun.
- Revitalisasi dilakukan melalui penataan ruang dan koleksi buku untuk menciptakan fasilitas literasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.
- Pemerintah desa mengakui pengelolaan perpustakaan masih terkendala anggaran, namun berkomitmen menjaga keberlanjutan operasionalnya.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Perpustakaan Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, kembali difungsikan setelah sempat vakum selama beberapa tahun.
Revitalisasi fasilitas literasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) bersama Pemerintah Desa Kumantan sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat, terutama kalangan anak-anak dan generasi muda.
Dalam program tersebut, mahasiswa bersama pemerintah desa melakukan penataan ulang ruang perpustakaan, merapikan koleksi buku, serta memperbaiki tampilan ruangan agar lebih nyaman digunakan sebagai tempat belajar dan membaca.
Sekretaris Desa Kumantan, Firdaus, mengatakan keberadaan perpustakaan diharapkan mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
"Harapan kami, dengan adanya kembali perpustakaan desa ini, setidak-tidaknya minat baca masyarakat dapat tumbuh. Di tengah perkembangan teknologi, anak-anak tidak hanya menerima informasi dari media digital, tetapi juga memiliki pengetahuan yang diperoleh melalui membaca sehingga mampu menyaring informasi dengan lebih baik," terangnya.
Meski perpustakaan kembali beroperasi, Firdaus mengakui pengelolaannya masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran.
Menurutnya, pemerintah desa ingin menyediakan pengelola khusus agar pelayanan perpustakaan berjalan optimal, namun hal tersebut masih terkendala kondisi keuangan desa.
"Kendala kami saat ini adalah anggaran. Untuk mengelola perpustakaan tentu membutuhkan petugas dan biaya operasional. Sementara Dana Desa mengalami pengurangan, sehingga kami belum bisa memaksimalkan pengelolaan perpustakaan sebagaimana yang diharapkan," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa masih menyusun langkah agar perpustakaan dapat terus beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat meski berada dalam keterbatasan pendanaan.
Sementara itu, Ketua Kukerta Unri Desa Kumantan, Dani Kristian Munthe, mengatakan program tersebut dipilih setelah mahasiswa melihat fasilitas perpustakaan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan belajar masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
"Melalui program ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi Desa Kumantan. Kami berharap perpustakaan yang telah dibenahi dapat terus dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, sehingga keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda," ujar Dani.
Kolaborasi antara mahasiswa Kukerta Unri dan Pemerintah Desa Kumantan diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaga keberlangsungan pengelolaan perpustakaan desa sehingga dapat terus dimanfaatkan sebagai pusat literasi bagi masyarakat. (rls)
NB: Artikel ini merupakan kiriman dari kelompok Kukerta Unri yang diterima redaksi.