Bunda PAUD Kampar Pantau MPLS Ramah, Hari Pertama Sekolah Harus Menyenangkan bagi Anak

Bunda PAUD Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di dua TK Negeri di Kecamatan Salo. Ia menegaskan keberhasilan MPLS diukur dari kenyamanan dan kebahagiaan anak selama mengikuti hari pertama sekolah.

Bunda PAUD Kampar Pantau MPLS Ramah, Hari Pertama Sekolah Harus Menyenangkan bagi Anak
Bunda PAUD Kampar, Tengku Nurheryani menyerahkan bantuan perlengkapan pendukung belajar secara simbolis kepada anak-anak kurang mampu dan anak yatim saat meninjau MPLS, Selasa (14/7/2026). (Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA:

  • Bunda PAUD Kampar menegaskan keberhasilan MPLS diukur dari kebahagiaan dan kenyamanan anak, bukan kemeriahan kegiatan.
  • MPLS Ramah diterapkan untuk membangun karakter, integritas, dan rasa percaya diri peserta didik sejak hari pertama sekolah.
  • Kegiatan monitoring turut dirangkai dengan penyerahan bantuan perlengkapan belajar bagi anak kurang mampu dan anak yatim.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani, menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.

Penegasan tersebut disampaikan saat memantau pelaksanaan MPLS Ramah di UPT TK Negeri Pembina 01 Salo dan UPT TK Negeri Pembina 01 Kampar, Selasa (14/7/2026).

Monitoring dilakukan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas, Zulkifli Yunus, M.Pd, Camat Salo Sofiandi, SE, ME, Bunda PAUD Kecamatan Salo, Kepala Bidang PAUD dan PNF Taufiq Wahyudisyah, S.Pd., M.Si., serta pengurus Forum PAUD.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Yunus mengatakan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 mengusung konsep MPLS Ramah yang bertujuan memberikan pengalaman positif kepada setiap peserta didik baru sejak pertama kali memasuki lingkungan sekolah.

“Hari pertama di sekolah bukan hanya awal perjalanan belajar, tetapi juga awal membangun karakter, integritas, dan rasa percaya diri,” terang Zulkifli.

Sementara itu, Tengku Nurheryani menilai keberhasilan MPLS tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kenyamanan dan kebahagiaan yang dirasakan anak selama mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah.

Menurutnya, indikator keberhasilan dapat dilihat dari antusiasme anak saat pulang ke rumah, cerita yang mereka bagikan kepada orang tua, hingga keinginan untuk kembali ke sekolah dengan penuh semangat pada hari berikutnya.

“Mari jadikan MPLS Ramah sebagai pengalaman yang membahagiakan, karena setiap anak berhak memulai mimpinya dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih,” ujar Bunda Yani.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan perlengkapan pendukung belajar secara simbolis kepada anak-anak kurang mampu dan anak yatim sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan yang lebih merata di Kabupaten Kampar. (Adv)