Kemendikdasmen Gelar Sapa Murid SMK 2026, Bangun Karakter Siswa Baru Lewat MPLS Ramah
Kemendikdasmen menggelar Sapa Murid SMK 2026 bertema "SMK Bermutu untuk Indonesia" sebagai bagian dari MPLS Ramah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga menjadi siswa SMK sekaligus mempersiapkan generasi vokasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja.
RINGKASAN BERITA:
- Kemendikdasmen menggelar Sapa Murid SMK 2026 sebagai bagian dari MPLS Ramah untuk membangun semangat dan karakter siswa baru.
- Abdul Mu'ti menegaskan MPLS menjadi langkah awal membentuk generasi unggul dalam budaya sekolah yang aman dan nyaman.
- Kisah alumni yang dibagikan dalam gelar wicara memotivasi siswa baru untuk percaya diri mengejar karier melalui pendidikan vokasi.
RIAUCERDAS.COM, MALANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk membangun semangat dan karakter peserta didik baru melalui kegiatan Sapa Murid SMK 2026 bertajuk "SMK Bermutu untuk Indonesia".
Kegiatan tersebut digelar secara hibrida di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026).
Program ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, dan murid baru SMK dari berbagai daerah untuk memberikan motivasi sekaligus memperkenalkan peran strategis pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pelaksanaan Sapa Murid SMK 2026 merupakan bagian dari rangkaian MPLS Ramah yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan edukatif, termasuk sesi gelar wicara bersama murid dan alumni SMK.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan tahapan awal yang penting bagi peserta didik untuk memulai perjalanan belajar di lingkungan sekolah.
Ia mengatakan program tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
"Kalian adalah generasi unggul dan hebat. Kalian adalah harapan Indonesia yang akan meneruskan kepemimpinan di negara kita. MPLS ini adalah momentum langkah awal untuk kalian semua menatap masa depan yang gemilang dan menggapai cita-cita yang mulia," terang Abdul Mu'ti.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan kegiatan Sapa Murid SMK 2026 diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan peserta didik menjadi bagian dari keluarga besar SMK.
Menurutnya, SMK tidak hanya menjadi tempat mempelajari keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, jiwa kewirausahaan, kemampuan berkolaborasi, serta kompetensi global yang dibutuhkan di dunia kerja.
"SMK adalah salah satu wadah untuk menyiapkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan. Melalui Sapa Murid SMK 2026, kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik baru bisa memulai perjalanan belajarnya dengan rasa percaya diri, semangat berkarya, dan keyakinan bahwa pendidikan vokasi membuka banyak peluang untuk masa depan," ujar Tatang.
Salah seorang murid baru SMKN 2 Singosari, Iffah Rasyadah, mengaku memperoleh pengalaman positif selama mengikuti rangkaian MPLS Ramah dan Sapa Murid SMK 2026.
Menurutnya, sesi berbagi pengalaman bersama alumni membuat dirinya semakin yakin memilih pendidikan vokasi.
"Saya senang karena MPLS-nya menyenangkan dan kakak kelasnya pun baik. Selain itu, acara Sapa Murid SMK 2026 yang menjadi rangkaian MPLS ini membantu saya melihat peluang ke depan. Cerita sukses dari alumni SMK juga membuat saya semakin yakin bahwa peluang karier lulusan SMK terbuka lebar," ungkap Iffah.
Iffah mengungkapkan dirinya telah bercita-cita melanjutkan pendidikan ke SMK sejak duduk di bangku SMP.
Ia memilih Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer Jaringan karena ingin memperoleh pengalaman belajar teori sekaligus praktik.
Selain itu, ia berencana mencari informasi beasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus dari SMK. (*)