Jelang Hardiknas 2026, Guru Harapkan Kesejahteraan dan Dukungan Pendidikan Terus Ditingkatkan

Penyaluran TPG bulanan dinilai membantu ekonomi guru sekaligus meningkatkan motivasi mengajar dan kualitas pembelajaran.

Jelang Hardiknas 2026, Guru Harapkan Kesejahteraan dan Dukungan Pendidikan Terus Ditingkatkan
Ilustrasi guru. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Jelang Hardiknas 2026, sejumlah harapan disampaikan para guru
  • Perubahan sistem pencairan TPG dinilai sangat membantu pengelolaan keuangan keluarga
  • Percepatan penyaluran TPG disebut untuk memberikan kepastian kepada para guru atas hak yang mereka terima.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, berbagai harapan untuk dunia pendidikan disampaikan para pendidik.

Harapan tersebut mencakup perbaikan infrastruktur pendidikan, penguatan perlindungan guru, penyediaan perangkat digital di ruang kelas, hingga peningkatan kesejahteraan melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Guru SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Eros Rosidah, menilai penyaluran TPG telah memberikan dampak positif, baik secara finansial maupun terhadap semangat kerja para guru.

Eros yang telah mengabdi sekitar delapan tahun sebagai guru, dan tiga tahun terakhir berstatus Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK), mengatakan tambahan penghasilan tersebut juga dimanfaatkan untuk membantu murid yang membutuhkan.

“Puji syukur, hampir semua guru di sini sudah mendapatkan TPG. Dengan TPG, dana tersebut juga kami manfaatkan untuk membantu beberapa murid yang memerlukan keperluan sekolah seperti buku, sepatu, maupun tas. Kami sangat senang, selain menjadi tabungan untuk kami pribadi, TPG juga bermanfaat untuk murid kami,” ujar Eros.

Hal senada disampaikan Syamsuddin, guru senior yang telah mengajar sejak 1999 di sekolah yang sama.

Menurutnya, kesejahteraan guru menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menilai perubahan sistem pencairan TPG dari sebelumnya setiap tiga bulan menjadi bulanan sangat membantu pengelolaan keuangan keluarga.

“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Puji syukur sangat membantu saya baik untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan diri,” katanya.

Syamsuddin menambahkan, manfaat TPG tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pengajaran, seperti untuk melanjutkan pendidikan dan membeli sarana pembelajaran seperti laptop.

“Saya berharap, kebijakan TPG dapat terus ditingkatkan dari sisi jumlah maupun konsistensi pencairan. Dengan demikian, kami sebagai guru dapat terus termotivasi memberikan layanan pendidikan yang baik untuk murid-murid kami,” terangnya.

Sementara itu, guru kelas VI SDN Cipayung 01 Ciputat, Siti Nurlaela, menyebut TPG sangat membantu meningkatkan kondisi ekonomi guru, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun perencanaan keuangan masa depan.

“Belasan tahun saya mengabdi sebagai guru, sangat bersyukur dengan adanya TPG ini. Melihat kondisi ekonomi murid yang beragam, saya sangat termotivasi untuk mengajar dengan sepenuh hati agar mereka dapat masuk ke sekolah negeri. Dengan TPG juga saya bisa membantu mereka sesuai dengan kemampuan saya,” tutur Laela.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan mulai tahun 2026 penyaluran tunjangan guru yang sebelumnya dilakukan setiap tiga bulan kini diubah menjadi setiap bulan.

Menurutnya, percepatan penyaluran tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada para guru atas hak yang mereka terima.

“Bagi kami, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa. Dengan dipenuhi haknya, kami berharap para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid,” ujar Abdul Mu’ti. (*)