Hadapi Ancaman El Nino, Pemprov Riau Siapkan Rakor Desa untuk Cegah Karhutla
Pemprov Riau mematangkan langkah pencegahan karhutla dengan menggelar rapat koordinasi desa pada 7 Mei, menyusul potensi El Nino ekstrem.
RINGKASAN BERITA:
- Pemprov Riau siapkan rakor desa sebagai strategi utama pencegahan karhutla.
- Ancaman El Nino ekstrem diprediksi picu kemarau panjang dan kekeringan lahan.
- Desa didorong jadi garda terdepan melalui deteksi dini dan patroli mandiri.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mulai mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menempatkan desa sebagai garda terdepan.
Upaya ini dilakukan melalui rencana rapat koordinasi (rakor) desa yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan, persiapan rakor terus dimatangkan seiring meningkatnya potensi kemarau akibat fenomena El Nino.
Ia menegaskan bahwa langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini untuk menekan risiko kebakaran.
"Situasi dan kondisi kita akan memasuki El Nino, maka kita persiapkan dari sekarang. Fokus utamanya adalah memperkuat pencegahan dini karhutla di desa-desa," tutur SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa (28/4/2026).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Riau, Mhd Firdaus, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi ancaman tersebut.
Menurutnya, rakor desa akan menjadi momentum penting untuk menyatukan komitmen semua pihak.
"Alhamdulillah, kita sudah melakukan untuk persiapan terkait rakor desa yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei. Tujuannya tentu saja untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di desa-desa," ungkapnya.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut akan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga desa untuk menyepakati langkah bersama dalam pencegahan karhutla.
"Kita akan bikin kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dengan desa-desa untuk mencegah karhutla. Karena memang diperkirakan, pada bulan April hingga seterusnya ada El Nino yang sangat ekstrim," jelasnya.
Firdaus juga mengingatkan bahwa dampak El Nino ekstrem berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah gambut yang mudah terbakar.
"Artinya, bahwa akan ada musim kemarau yang cukup mengkhawatirkan pada daerah provinsi Riau, yang bisa berpotensi terhadap karhutla," tutur dia.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran desa dalam deteksi dini dan pencegahan.
Penguatan kapasitas desa, termasuk patroli mandiri dan edukasi masyarakat, akan menjadi fokus utama dalam rakor tersebut.
"Oleh karenanya, kita di sini ada kesepakatan bagaimana bisa mengantisipasi desa-desa yang ada di provinsi Riau ini agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat bisa dicegah seminimal mungkin," ujarnya. (*)


