Revitalisasi Sekolah Rp16,9 Triliun Diawasi Ketat, Wamendikdasmen: Deep Learning Harus Humanis

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan revitalisasi sekolah senilai Rp16,9 triliun adalah amanah rakyat yang harus diawasi ketat dan dijalankan berintegritas. Dalam kunjungan ke Sumatra Selatan, ia juga mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang humanis, kontekstual, dan menyenangkan bagi murid.

Revitalisasi Sekolah Rp16,9 Triliun Diawasi Ketat, Wamendikdasmen: Deep Learning Harus Humanis
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat berbincang dengan siswa saat kunjungan ke Sumatera Selatan. (Sumber: kemendikdaamen)

RINGKASAN BERITA:

  • Revitalisasi Rp16,9 triliun menjangkau 16.150 satuan pendidikan dalam 4–5 bulan melalui skema swakelola.
  • Pengawasan anggaran ditegaskan sebagai amanah rakyat, instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
  • Pembelajaran didorong lebih kontekstual: Matematika berbasis narasi kehidupan dan Bahasa Inggris dengan metode berani bicara tanpa takut salah.

RIAUCERDAS.COM, PALEMBANG - Program revitalisasi satuan pendidikan senilai Rp16,9 triliun menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat di Sumatra Selatan.

Ia menegaskan, pembaruan sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan amanah rakyat yang harus dijaga dengan integritas penuh, sekaligus diiringi transformasi metode pembelajaran yang humanis dan kontekstual.

Pesan tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan program prioritas pendidikan di SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), dan SMA Negeri 21 Palembang.

Dalam arahannya di SMA Negeri 21 Palembang, Wamen Atip menyebut revitalisasi sekolah merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang diberikan segera setelah pelantikan guna memastikan pendidikan bermutu hadir di seluruh daerah.

"Ini adalah amanah titipan dari masyarakat, dari rakyat kita. Uang ini harus kita awasi bersama karena ini berasal dari pajak rakyat," tegas Wamen Atip.

Dia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran yang sudah dialokasikan secara presisi. 

"Semua sudah dihitung agar hasilnya optimal. Tidak perlu lagi ada praktik-praktik yang tidak benar dalam perencanaan maupun pengawasan fee," tambahnya.

Pemerintah menerapkan skema swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi guna menumbuhkan rasa tanggung jawab dari pihak sekolah. Skema ini dinilai efektif.

Dari alokasi sekitar Rp16,9 triliun, cakupan program meningkat dari 13.400 menjadi sekitar 16.150 satuan pendidikan di seluruh Indonesia hanya dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan.

Meski demikian, Wamen Atip menekankan pentingnya pelibatan sumber daya lokal dan perguruan tinggi agar program ini juga berdampak pada penguatan ekonomi daerah.

"Kita ingin melihat berapa banyak tenaga kerja lokal yang bisa terserap melalui program swakelola ini. Ini yang akan terus kami evaluasi," ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, ia mengingatkan pentingnya ketepatan pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kejujuran dalam penyampaian data disebut menjadi faktor krusial agar kebijakan dan alokasi anggaran tepat sasaran.

Di SD Negeri 06 Indralaya, Wamen Atip meninjau langsung Kelas Matematika dan berdialog dengan guru.

Ia mendorong pendekatan pembelajaran yang tidak lagi terpaku pada angka semata, melainkan dikaitkan dengan situasi nyata yang dekat dengan kehidupan murid.

"Saya berpesan kepada guru agar mulai memberikan soal matematika yang kontekstual. Buatlah pembelajaran itu mendalam namun tetap menyenangkan," ujar Wamen Atip di hadapan para pendidik.

Suasana interaktif juga terlihat saat kunjungan ke SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS).

Di hadapan murid kelas 8, ia memanfaatkan papan interaktif (Interactive Flat Panel) dalam sesi Bahasa Inggris. Wamen Atip mendorong siswa untuk berani berbicara tanpa takut kesalahan tata bahasa.

"Bahasa Inggris bukan sekadar bahasa asing, tapi bahasa internasional dan sains. Ini adalah keharusan. Masukan saya untuk guru, gunakan bahasa Inggris sepenuhnya di kelas karena bahasa itu perlu dipaksa agar terbiasa," tuturnya.

Ia pun membagikan pengalamannya belajar bahasa secara cepat dengan penutur asli.

"Metode yang bagus adalah biarkan murid bicara dulu. Salah tidak apa-apa karena ini bukan bahasa ibu kita. Setelah mereka berani dan terbiasa, baru perlahan diperbaiki grammar-nya," tambah Wamen Atip yang kemudian memberikan kuis seputar dunia olahraga untuk memotivasi para murid atlet tersebut.

Rangkaian kunjungan ditutup di SMA Negeri 21 Palembang yang menerima bantuan Rp3,2 miliar untuk pembangunan 11 Ruang Kelas Baru (RKB) dan tiga paket toilet.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi peresmian simbolis revitalisasi terhadap 42 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Selatan.

Melalui agenda ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen agar pembangunan sarana prasarana berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pedagogi yang memanusiakan murid di berbagai daerah. (*)