Mendikdasmen Klaim MBG Bikin Murid Lebih Fokus

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti menurunkan gangguan belajar akibat rasa lapar dan meningkatkan fokus murid di sekolah. Dampak paling signifikan tercatat di wilayah Indonesia Timur, berdasarkan evaluasi Kemendikdasmen terhadap lebih dari 1,2 juta murid secara nasional.

Mendikdasmen Klaim MBG Bikin Murid Lebih Fokus
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis beberapa waktu lalu. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • MBG menurunkan gangguan belajar akibat lapar hingga signifikan, terutama di Indonesia Timur.

  • Evaluasi melibatkan lebih dari 1,2 juta murid secara nasional dengan metode berbasis data.

  • Program MBG dipandang sebagai investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan bukti kuat sebagai intervensi efektif untuk meningkatkan fokus belajar murid di sekolah.

Hasil evaluasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat penurunan signifikan gangguan konsentrasi akibat rasa lapar, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Temuan tersebut disampaikan Kemendikdasmen melalui Pusat Penguatan Karakter berdasarkan survei evaluasi yang terintegrasi dalam kerangka Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).

Salah satu kebiasaan utama dalam program tersebut adalah pembiasaan makan sehat dan bergizi.

Evaluasi dilakukan pada tahap baseline Mei–Juni 2025 hingga endline November–Desember 2025 dengan melibatkan 1.203.309 responden murid di seluruh Indonesia.

Hasilnya, sekolah penerima MBG mencatat penurunan gangguan belajar akibat lapar rata-rata 2,37 poin persentase lebih tinggi dibandingkan sekolah yang belum melaksanakan program tersebut.

Dampak paling menonjol terlihat di Indonesia Timur. Di kawasan ini, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG tercatat lebih besar hingga 14,85 poin persentase dibandingkan sekolah non-penerima.

Capaian ini menunjukkan peran strategis MBG dalam mempersempit kesenjangan kesiapan belajar antarwilayah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang.

Menurutnya, program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi investasi negara dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Kita sedang menyiapkan generasi masa depan agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental. MBG adalah fondasi penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan systematic sampling untuk menjamin validitas data.

Sekolah pelaksana MBG dipadankan dengan sekolah non-pelaksana yang memiliki karakteristik serupa agar hasil perbandingan akurat dan objektif.

“Pendekatan ini memastikan rekomendasi kebijakan benar-benar berbasis data dan mencerminkan kondisi riil di lapangan,” tegas Rusprita.

Dampak positif MBG juga dirasakan langsung oleh satuan pendidikan.

Kepala SD Negeri 24 Rufei Kota Sorong, Sientje Martentji Ajomi, mengungkapkan perubahan nyata pada murid setelah program berjalan. Anak-anak dinilai lebih fokus, aktif, dan bersemangat mengikuti pembelajaran di kelas.

Selain meningkatkan fokus belajar, MBG turut mendorong kebiasaan hidup bersih melalui pembiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Program ini juga dilengkapi Buku Pedoman Pendidikan Karakter serta Modul Edukasi Gizi sebagai panduan sekolah dalam menanamkan nilai hidup sehat dan berkarakter.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa MBG bukan sekadar pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi bagian dari upaya sistematis membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. (*)