Menag Lepas 84 Mahasiswa PKUMI ke Mesir, Dorong Riset dan Penguatan Ulama Masa Depan
Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas 84 mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) untuk mengikuti program short course di Mesir. Program ini dipandang sebagai investasi strategis negara dalam menyiapkan ulama masa depan yang unggul secara keilmuan, riset, dan berwawasan global.
RINGKASAN BERITA:
- 84 mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal dikirim mengikuti short course ke Mesir
- Program didukung beasiswa dan peluang riset internasional
- Pemerintah menargetkan lahirnya ulama berwawasan global dan berdaya saing internasional
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi melepas 84 mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) untuk mengikuti program short course ke Mesir.
Pengiriman ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas ulama Indonesia melalui pendidikan dan riset internasional.
Dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (3/2/2026), Menag menegaskan bahwa para peserta merupakan harapan masa depan umat dan bangsa.
“Kalian adalah harapan masa depan kami, masa depan bangsa, dan masa depan umat,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag menjelaskan, para kader ulama mendapatkan dukungan beasiswa secara menyeluruh selama mengikuti program di Mesir.
Selain pembelajaran akademik, tersedia pula peluang pembiayaan riset internasional bagi peserta yang mampu mengembangkan penelitian berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman.
“Ini bukan hanya belajar, tetapi juga kesempatan untuk riset, mengikuti seminar internasional, konferensi, dan pengembangan akademik yang lebih luas. Banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, jangan disia-siakan,” kata Menag.
Ia mendorong para peserta untuk berani mengangkat topik riset yang aktual, menarik, dan memiliki kebaruan.
Menurutnya, riset yang kuat tidak hanya memperkuat kapasitas akademik individu, tetapi juga berpotensi mengangkat nama Indonesia di tingkat global.
“Riset yang berbeda dan berkualitas akan membuka pengakuan akademik internasional,” ujarnya.
Selain itu, Menag mengingatkan pentingnya etos akademik dan manajemen waktu selama mengikuti short course di Mesir.
Para mahasiswa diminta memanfaatkan secara maksimal akses terhadap perpustakaan, literatur klasik Islam, serta sumber-sumber ilmiah yang melimpah di negara tersebut.
“Gunakan waktu seefisien mungkin. Ilmu tidak datang dengan sendirinya, ia harus dikejar dengan disiplin,” tegasnya.
Program pengiriman 84 mahasiswa PKUMI ke Mesir ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyiapkan kader ulama yang tidak hanya kuat dalam keilmuan keislaman, tetapi juga memiliki kapasitas riset, wawasan global, serta daya saing internasional.
Menutup kegiatan, Menag melepas para peserta dengan doa dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.
“Pulanglah dengan membawa ilmu, gagasan, dan harapan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena masa depan keilmuan Islam Indonesia ada di tangan kalian,” pungkasnya. (*)