Milad ke-48 SMAMSA Pekanbaru, Kadisdik Riau Tekankan Pendidikan Karakter dan Pembatasan HP di Sekolah
Peringatan Milad ke-48 SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru dimanfaatkan sebagai momentum refleksi peran sekolah dalam membentuk karakter siswa di tengah tantangan era digital. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan pentingnya pengendalian penggunaan handphone di lingkungan sekolah demi menjaga kualitas pembelajaran dan moral peserta didik.
RINGKASAN BERITA:
- Milad ke-48 SMAMSA jadi momentum penguatan pendidikan karakter
- Kadisdik Riau soroti dampak media sosial terhadap pelajar
- Pembatasan penggunaan handphone berlaku untuk siswa dan guru
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Isu pendidikan karakter dan tantangan era digital menjadi sorotan utama dalam peringatan Milad ke-48 SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Senin (2/2/2026).
Momentum ulang tahun sekolah tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan kembali peran strategis satuan pendidikan dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing.
Perayaan milad yang digelar secara khidmat di lingkungan sekolah itu dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya.
Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap kontribusi sekolah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Erisman Yahya menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru atau SMAMSA yang telah memasuki usia 48 tahun.
Ia menilai, sekolah tersebut telah banyak melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di berbagai bidang.
“Di usia yang tidak lagi muda, SMAMSA sudah membuktikan kontribusinya dengan melahirkan lulusan-lulusan berkualitas dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Erisman.
Ia juga menekankan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab yang lebih luas dari sekadar transfer ilmu pengetahuan.
Menurutnya, pembentukan karakter, keimanan, dan ketakwaan harus menjadi fondasi utama pendidikan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Erisman menyoroti pengaruh media sosial yang semakin kuat terhadap perilaku peserta didik.
Kemudahan akses informasi, kata dia, harus diimbangi dengan pengawasan dan pengendalian agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan moral siswa.
“Media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi membuka akses ilmu, tetapi di sisi lain juga membawa risiko jika tidak dikontrol dengan baik,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah menerbitkan surat edaran terkait pembatasan penggunaan handphone di lingkungan sekolah.
Kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga bagi guru.
“Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga fokus pembelajaran dan melindungi anak-anak kita. Aturan ini berlaku untuk seluruh warga sekolah,” tegas Erisman.
Sementara itu, rangkaian Milad ke-48 SMAMSA berlangsung dalam suasana kebersamaan yang hangat, dihadiri guru, siswa, alumni, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Muhammadiyah.
Acara ditutup dengan prosesi pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan kontribusi sekolah selama hampir lima dekade.
Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru untuk terus memperkuat mutu pendidikan, karakter peserta didik, serta peran strategisnya dalam mencetak generasi unggul di Provinsi Riau. (*)