Beasiswa Talenta Indonesia 2026 Resmi Disosialisasikan, Fokus Dukung Siswa Berprestasi Lanjut Kuliah
Kemendikdasmen melalui Puspresnas dan LPDP meluncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026 untuk mendukung murid berprestasi melanjutkan studi S1/D4 di dalam maupun luar negeri. Program ini menjadi bagian dari ekosistem Manajemen Talenta Nasional agar prestasi berlanjut pada kontribusi nyata bagi bangsa.
RINGKASAN BERITA:
- Beasiswa Talenta Indonesia menyasar murid berprestasi nasional dan internasional.
- Program mendukung studi S1/D4 di dalam dan luar negeri.
- Pemerintah mendorong kolaborasi ekosistem pendidikan agar talenta unggul tidak terlewat.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan meluncurkan Beasiswa Talenta Indonesia (BTI) sebagai upaya mendukung keberlanjutan pendidikan bagi murid berprestasi nasional dan internasional.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Puspresnas menggelar Sosialisasi Beasiswa Talenta Tahap II yang menyasar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Provinsi, hingga satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk Sekolah Indonesia Luar Negeri.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene menyampaikan bahwa Beasiswa Talenta Indonesia 2026 jenjang Sarjana/D4 ditujukan bagi murid berprestasi sebagai bentuk keberlanjutan pembinaan talenta.
“Beasiswa Talenta Indonesia merupakan apresiasi bagi anak-anak berprestasi untuk mengembangkan potensi. Forum ini menjadi kesempatan untuk bertukar dan menyebarluaskan informasi,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto menegaskan bahwa BTI bukan sekadar program pembiayaan pendidikan, tetapi bagian dari ekosistem Manajemen Talenta Nasional.
Program ini dirancang agar talenta unggul tidak berhenti pada kompetisi, tetapi melanjutkan pendidikan tinggi yang relevan dan berdampak bagi pembangunan.
Dalam sosialisasi daring yang digelar Kamis (26/2/2026), Mariman menekankan peran strategis berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan berperan menjaga ekosistem mutu, Kanwil Kemenag menjangkau satuan pendidikan binaan, Dinas Pendidikan sebagai simpul koordinasi daerah, serta kepala sekolah sebagai garda terdepan pembinaan siswa berprestasi.
Ia mendorong seluruh ekosistem pendidikan untuk mengidentifikasi siswa berprestasi, memastikan data tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), serta memberikan pendampingan selama proses pendaftaran hingga penyusunan esai.
Program BTI sendiri memberikan dukungan studi jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) baik di dalam maupun luar negeri.
Sasaran penerima adalah murid berprestasi pada ajang talenta nasional dan internasional yang diselenggarakan atau difasilitasi Puspresnas pada 2024 dan 2025.
Beasiswa ini mengedepankan prinsip akuntabilitas, selektivitas, dan keberlanjutan guna memastikan Dana Abadi Pendidikan dimanfaatkan secara strategis.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap talenta unggul yang telah berjuang di ajang nasional dan internasional mendapatkan jalur afirmatif untuk melanjutkan studi, sekaligus memiliki komitmen kontribusi pascastudi bagi Indonesia,” kata Mariman.
Ia menambahkan bahwa manajemen talenta bertujuan mengidentifikasi, mengembangkan, memfasilitasi, dan menjaga talenta unggul agar tetap berkontribusi bagi bangsa.
Menutup sosialisasi, Mariman mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Beasiswa Talenta Indonesia sebagai gerakan nasional bersama.
Ia menekankan pentingnya sistem kolaboratif agar tidak ada talenta unggul yang terlewat karena minim informasi.
“Mari kita pastikan bahwa tidak ada talenta unggul yang terlewat karena kurang informasi. Mari kita bangun sistem yang proaktif, kolaboratif, dan responsif. Dan mari kita siapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global, berkarakter kebangsaan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” pesannya. (*)