Mahasiswa Unri Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Garam Rendah Natrium dari Pohon Bakau

Dua mahasiswa Universitas Riau berhasil meraih Silver Medal pada ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Malaysia. Prestasi tersebut diraih melalui penelitian pengembangan garam rendah natrium berbahan baku pohon bakau yang berpotensi mendukung pencegahan hipertensi secara berkelanjutan.

Mahasiswa Unri Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Garam Rendah Natrium dari Pohon Bakau
Fani Indah Bona Sari Hutapea dan Lamhot Alvaro Parulian Sitompul dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan peraih Silver Medal pada ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. (Sumber: Unri)

RINGKASAN BERITA: 

  • Dua mahasiswa Universitas Riau meraih Silver Medal pada ajang internasional 5th International Youth Summit 2026 di Malaysia.
  • Penelitian mereka mengembangkan garam rendah natrium dari pohon bakau (Nypa fruticans) yang berpotensi membantu pencegahan hipertensi.
  • Kompetisi diikuti 208 peserta dari tujuh negara dan menjadi ajang unjuk inovasi generasi muda di tingkat global.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Inovasi di bidang kesehatan yang dikembangkan mahasiswa Universitas Riau (Unri) berhasil mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Dua mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unri sukses meraih Silver Medal pada ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan tersebut diraih oleh Fani Indah Bona Sari Hutapea dan Lamhot Alvaro Parulian Sitompul dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan setelah berhasil bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara dalam kategori kesehatan (health).

Keduanya mengangkat penelitian mengenai pengembangan garam rendah natrium yang berasal dari pohon bakau (Nypa fruticans).

Inovasi tersebut dirancang sebagai alternatif yang dapat membantu menekan konsumsi natrium berlebih sekaligus mendukung upaya pencegahan hipertensi.

Melalui penelitian yang mereka kembangkan, garam berbahan baku bakau tersebut memiliki potensi untuk meningkatkan keseimbangan mineral dalam tubuh dan menjadi solusi yang lebih berkelanjutan bagi kebutuhan konsumsi garam masyarakat.

Ajang 5th International Youth Summit 2026 merupakan konferensi pemuda internasional yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Universiti Putra Malaysia (UPM).

Kegiatan yang berlangsung pada 30 hingga 31 Mei 2026 itu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan inovasi, karya ilmiah, serta gagasan kepemimpinan yang berdampak bagi masyarakat.

Tahun ini, konferensi tersebut diikuti oleh 208 peserta yang berasal dari tujuh negara.

Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori dengan menampilkan hasil penelitian dan inovasi yang menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan global.

Keberhasilan Fani dan Lamhot meraih Silver Medal menjadi bukti bahwa mahasiswa Unri mampu bersaing di tingkat internasional melalui penelitian yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan potensi besar sumber daya alam pesisir Indonesia untuk dikembangkan menjadi produk inovatif yang memberikan manfaat luas, baik dari aspek kesehatan maupun keberlanjutan lingkungan.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan riset dan inovasi yang mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di tingkat lokal maupun global. (*)