Pengda KAGAMA Riau 2026-2031 Resmi Dilantik, Siap Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat
Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Provinsi Riau masa bakti 2026-2031 resmi dilantik oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital sekaligus Sekjen PP KAGAMA, Nezar Patria. Kepengurusan baru berkomitmen menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
RINGKASAN BERITA:
- Pengda KAGAMA Riau masa bakti 2026-2031 resmi dilantik dengan komitmen menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
- Wamen Komdigi Nezar Patria menekankan pentingnya menjalankan amanah organisasi dengan integritas, tanggung jawab, dan dedikasi.
- Ketua KAGAMA Riau Arifudin menegaskan keberhasilan organisasi diukur dari manfaat nyata dan kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Komitmen menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat menjadi fokus Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Provinsi Riau masa bakti 2026-2031 yang resmi dilantik di Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026).
Kepengurusan baru menegaskan bahwa organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pelantikan dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat KAGAMA, Nezar Patria.
Dalam prosesi tersebut, Nezar menyampaikan harapan agar seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.
"Saya selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat KAGAMA, dengan ini secara resmi melantik Pengurus Daerah KAGAMA Provinsi Riau Masa Bakti 2026-2031. Saya percaya bahwa Saudara-Saudari sekalian akan melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab, integritas dan dedikasi demi kemajuan KAGAMA, Universitas Gadjah Mada, serta masyarakat, bangsa, hingga negara Indonesia," terangnya.
Nezar menilai kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk memperkuat peran KAGAMA sebagai organisasi alumni yang mampu memberikan manfaat bagi almamater, masyarakat, serta pembangunan nasional.
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan petunjuk-Nya kepada kita semua dalam mengembangkan organisasi KAGAMA agar semakin bermanfaat bagi almamater, masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Riau memandang KAGAMA sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan melalui gagasan, inovasi, dan kolaborasi.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Riau dan segenap masyarakat Riau, kami mengucapkan selamat dan tahniah kepada seluruh Pengurus Daerah KAGAMA Riau yang hari ini resmi dilantik. Amanah yang saudara-saudari emban hari ini bukan sekadar melanjutkan estafet kepengurusan organisasi tetapi ini adalah tentang meneruskan tradisi pengabdian yang telah menjadi jati diri luhur keluarga alumni Universitas Gadjah Mada," ujar M. Job Kurniawan.
Ia optimistis sinergi antara KAGAMA dan pemerintah daerah dapat mempercepat kemajuan Provinsi Riau.
Ketua Pengda KAGAMA Riau, Dr. Arifudin, menegaskan pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan kerja nyata selama lima tahun ke depan.
"Hari ini, kita tidak hanya sekadar menyaksikan sebuah prosesi pelantikan. Lebih dari itu, kita sedang meneguhkan amanah, memperbarui semangat, dan memulai langkah bersama untuk lima tahun ke depan," kata Arifudin.
Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi harus diwujudkan melalui semangat melayani, menyatukan potensi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Bagi saya, kepemimpinan itu bukan tentang siapa yang paling tinggi jabatannya atau siapa yang paling banyak berbicara. Kepemimpinan adalah keberanian untuk melayani, kemampuan untuk menyatukan, keteladanan untuk dipercaya, serta konsistensi untuk menghadirkan manfaat," tegasnya.
Arifudin juga menekankan bahwa setiap program kerja KAGAMA Riau harus menghasilkan dampak nyata sejalan dengan semangat pembangunan yang berorientasi pada kebermanfaatan.
"Kalau sekarang, jargon atau tag dari Pemerintah Indonesia adalah berdampak. Kami di dunia akademis pun dituntut untuk berdampak. Bagaimana kita bisa memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
Karena itu, tambahnya, pelantikan ini bukanlah sebuah kenaikan status atau ajang gagah-gagahan.
Pelantikan ini adalah awal dari pertanggungjawaban.
Setiap nama yang tertulis dalam struktur memikul tugas, setiap jabatan menuntut keteladanan, dan setiap program kerja harus berujung pada manfaat.
"Masa bakti kita tidak akan dinilai dari seberapa banyak rapat yang kita gelar. Tetapi dari seberapa banyak persoalan masyarakat yang ikut kita selesaikan," tandasnya. (*)