Mahasiswa Kukerta UNRI Kenalkan Aplikasi Plantix, Bantu Petani Rokan Hulu Deteksi Hama Lewat AI

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengedukasi petani di Desa Masda Makmur, Rokan Hulu, mengenai penggunaan aplikasi Plantix berbasis kecerdasan buatan (AI). Aplikasi tersebut diperkenalkan untuk membantu petani mengidentifikasi hama, penyakit, dan kekurangan unsur hara pada tanaman secara cepat melalui telepon pintar.

Mahasiswa Kukerta UNRI Kenalkan Aplikasi Plantix, Bantu Petani Rokan Hulu Deteksi Hama Lewat AI
Mahasiswa Kukerta UNRI memperkenalkan aplikasi Plantix berbasis AI untuk membantu petani mendeteksi hama dan penyakit tanaman di Rokan Hulu. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Masda Makmur)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri memperkenalkan aplikasi Plantix berbasis AI untuk membantu petani mendeteksi hama dan penyakit tanaman.
  • Petani langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi melalui telepon pintar dengan pendampingan mahasiswa.
  • Program diharapkan mendorong digitalisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas padi di Desa Masda Makmur.

RIAUCERDAS.COM, ROKAN HULU - Pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai diperkenalkan kepada petani di Desa Masda Makmur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), melalui sosialisasi aplikasi Plantix yang digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri).

Program ini diharapkan menjadi langkah awal mendorong digitalisasi sektor pertanian sekaligus membantu petani mengambil keputusan lebih cepat dalam mengatasi masalah tanaman.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Masda Makmur pada Jumat (3/7/2026) itu dihadiri Kepala Desa Masda Makmur, perangkat desa, anggota kelompok tani, serta masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Desa Masda Makmur merupakan wilayah yang mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian, terutama budidaya padi dan kelapa sawit.

Untuk tanaman padi, sebagian besar lahan berupa sawah tadah hujan sehingga petani dituntut mampu mengelola tanaman dengan baik guna meminimalkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kukerta Unri memperkenalkan aplikasi Plantix sebagai solusi digital untuk membantu petani mengenali hama, penyakit tanaman, hingga gejala kekurangan unsur hara.

Aplikasi berbasis AI tersebut dapat mengidentifikasi masalah pada tanaman hanya melalui foto yang diambil menggunakan telepon pintar.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta dibekali materi mulai dari cara mengunduh aplikasi, membuat akun, mengenal fitur-fitur yang tersedia, hingga melakukan identifikasi tanaman yang terserang hama, penyakit, maupun mengalami defisiensi unsur hara.

Petani juga diperkenalkan dengan fitur rekomendasi penanganan yang disediakan aplikasi.

Selain penyampaian materi, mahasiswa Kukerta mengajak peserta mempraktikkan langsung penggunaan Plantix menggunakan telepon genggam masing-masing.

Para petani mencoba memotret contoh gejala pada tanaman dan melihat hasil identifikasi serta rekomendasi yang diberikan aplikasi.

Ketua Kelompok Kukerta Unri Desa Masda Makmur, Tumpal Pardede, mengatakan aplikasi tersebut bukan untuk menggantikan pengalaman petani, melainkan menjadi alat bantu dalam proses identifikasi permasalahan tanaman.

"Aplikasi Plantix kami perkenalkan bukan untuk menggantikan pengalaman petani, melainkan sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi hama, penyakit, maupun gejala kekurangan unsur hara pada tanaman. Dengan adanya aplikasi ini, petani dapat memperoleh informasi awal beserta rekomendasi pengendalian yang sesuai sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," terang Tumpal Pardede.

Menurutnya, Plantix juga dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam budidaya tanaman karena menyediakan berbagai informasi teknis yang dapat membantu petani mengelola pertanaman secara lebih efektif dan efisien.

Ia menambahkan, karakteristik sawah tadah hujan di Desa Masda Makmur membuat ketepatan dalam mendeteksi gangguan tanaman menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas.

Karena itu, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu membantu petani mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang aktif berdiskusi mengenai penggunaan aplikasi, tingkat akurasi identifikasi, hingga penerapan rekomendasi sesuai kondisi lahan mereka.

Para petani juga berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak inovasi pertanian yang dapat diterapkan di desa.

Melalui program ini, Mahasiswa Kukerta Unri berharap penggunaan aplikasi Plantix dapat mempercepat proses identifikasi hama dan penyakit tanaman, meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan petani, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Masda Makmur. (*)

NB: Artikel ini merupakan rilis yang dikirim Kelompok Kukerta Unri kepada redaksi.