ICOP 2026 Dorong Integrasi Sapi-Sawit Jadi Strategi Ketahanan Pangan Nasional
Konferensi internasional ICOP ke-3 di Riau menyoroti integrasi sapi dan kelapa sawit sebagai solusi strategis ketahanan pangan. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta serta kolaborasi nasional dan global.
RINGKASAN BERITA:
- Integrasi sapi-sawit didorong sebagai solusi strategis ketahanan pangan nasional.
- Konferensi diikuti sekitar 300 peserta dari dalam dan luar negeri.
- Kolaborasi global melibatkan institusi seperti BRIN dan Wageningen University.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Penguatan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit kian diposisikan sebagai strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal ini mengemuka dalam The 3rd International Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026, Rabu (8/4/2026) di Hotel Pangeran Pekanbaru.
Kegiatan ini digelar oleh Pusat Studi Hewan Tropis (CENTRAS) IPB University, berkolaborasi dengan GAPENSISKA, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau.
Konferensi Internasional ICOP ke-3 tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah institusi terkemuka seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), GAPENSISKA, Pemerintah Provinsi Riau, Wageningen University and Research Belanda, serta Asosiasi Ahli Nutrisi Indonesia (AINI).
Sekitar 300 peserta dari kalangan akademisi, praktisi, hingga pengambil kebijakan turut ambil bagian dalam forum tersebut.
Seminar internasional ini dibuka oleh Plt Gubernur Riau yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr H Syahrial Abdi.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau, Dr Arsyadi Ali, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi global yang terjalin dalam penyelenggaraan konferensi ini.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara institusi nasional dan internasional dalam mendukung terselenggaranya konferensi ini. UIN Suska Riau, khususnya Fakultas Pertanian dan Peternakan, memiliki fokus kuat dalam pengembangan integrasi sapi dan kelapa sawit sebagai solusi pertanian berkelanjutan,” kata Dekan.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan pandangan strategis, di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Ir Rachmat Pambudy, Kepala CENTRAS IPB Ir Nahrowi, Direktur Pakan Kementerian Pertanian Ir Tri Melasari, Ketua Umum GAPENSISKA Iriantono, serta Ketua Pelaksana Drh Arifin Budiman Nugraha.
Konferensi ini juga menghadirkan narasumber internasional, seperti Prof Dr Maja Slingerland dan Prof Dr Ir Henk Hogeveen dari Wageningen University and Research, Mohd Azid Kabul dari Malaysia, serta Richard Armstrong Slaney dari Australia, yang membahas berbagai tantangan dan peluang integrasi sapi-sawit.
Selain sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi artikel ilmiah pada sesi paralel yang diikuti peserta dari berbagai universitas, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan sektor swasta.
Mahasiswa Program Studi Peternakan UIN Suska Riau juga turut berpartisipasi sebagai pemakalah.
Keterlibatan mahasiswa ini dinilai memperkuat posisi UIN Suska Riau dalam jejaring akademik global sekaligus mendorong inovasi di bidang peternakan dan perkebunan berkelanjutan.
Keberhasilan penyelenggaraan ICOP ke-3 turut didukung sektor swasta seperti PT Famsun Engineering Indonesia, PT Indigo Budi Lestari, PT Elanco Animal Health, PT Buana Karya Bhakti, dan PT Nutricell Pacific, serta media partner TROBOS Livestock, HORTUS, dan InfoSawit.
Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis untuk mendorong kemandirian pangan melalui sistem integrasi sapi-kelapa sawit yang berkelanjutan, efisien, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (*)


