Pemprov Riau Percepat ASN Corporate University, Siap Diluncurkan Gubernur

Pemprov Riau mempercepat pembentukan ASN Corporate University sebagai strategi peningkatan kualitas ASN. Saat ini, regulasi tengah difinalisasi dan Riau menjadi salah satu provinsi terdepan di Sumatera.

Pemprov Riau Percepat ASN Corporate University, Siap Diluncurkan Gubernur
Suasana Rapat Koordinasi Konsolidasi Strategis Penerapan ASN Corpu Wilayah Sumatera yang digelar oleh Lembaga Administrasi Negara secara virtual, Rabu (8/4/2026). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Riau menjadi salah satu provinsi tercepat dalam pembentukan ASN Corporate University di Sumatera.
  • ASN diwajibkan mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam per tahun.
  • Corpu dirancang sebagai sistem pembelajaran terintegrasi untuk menciptakan birokrasi modern dan profesional.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mempercepat implementasi ASN Corporate University (Corpu) sebagai langkah strategis membangun aparatur yang adaptif dan kompeten.

Bahkan, program ini ditargetkan segera diluncurkan setelah regulasi daerah rampung.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Strategis Penerapan ASN Corpu Wilayah Sumatera yang digelar oleh Lembaga Administrasi Negara secara virtual, Rabu (8/4/2026).

Rakor ini diikuti sejumlah provinsi di Sumatera, termasuk Riau yang dipusatkan di Kantor Gubernur. Kepala BPSDM Provinsi Riau, Evarefita, hadir langsung mewakili pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Evarefita menegaskan komitmen Pemprov Riau dalam mendukung program ASN Corpu yang digagas pemerintah pusat.

Ia menilai program ini sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur.

"Pempov Riau sepakat bahwa ASN Corpu adalah investasi, bukan beban. Ini merupakan upaya membangun SDM yang berkualitas serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," kata Eva.

Menurutnya, ASN Corpu menjadi instrumen penting dalam menerjemahkan visi dan misi pemerintah daerah agar dapat diimplementasikan secara optimal.

“Penerapan ASN Corpu sangat penting dalam menerjemahkan visi dan misi pemerintah daerah agar dapat diimplementasikan secara optimal, sekaligus mendukung arah pembangunan di Provinsi Riau ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan amanat undang-undang yang mewajibkan setiap ASN, baik PNS maupun PPPK, untuk mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun.

Saat ini, Pemprov Riau tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) tentang ASN Corpu yang masih dalam proses harmonisasi di biro hukum.

Setelah regulasi tersebut terbit, pemerintah akan membentuk kelompok kerja untuk membahas isu strategis implementasi.

Eva menyebutkan, Riau menjadi salah satu daerah tercepat dalam pembentukan ASN Corpu di Sumatera.

“Corpu itu adalah pembelajaran terintegrasi dan belum banyak Provinsi yang menerbitkan Pergub-nya, maka Riau ada di peringkat ketiga di Sumatera yang sudah melakukan percepatan pembentukan Corpu ASN Provinsi Riau. Setelah itu, akan dilakukan launching Corpu ASN Provinsi Riau oleh Pak Gubernur Riau,” ucap Eva.

Ia berharap program ini mampu meningkatkan kinerja ASN agar lebih responsif terhadap perubahan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Erna Irawati, menegaskan bahwa ASN saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga tuntutan pelayanan publik.

Menurutnya, ASN Corpu dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan melalui sistem pembelajaran terintegrasi.

"Untuk mewujudkan ASN Corpu, yang paling utama adalah adanya komitmen dari pimpinan. Tanpa komitmen tersebut, program ini tidak akan berjalan optimal," tegas Erna.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan konvensional dalam pengembangan ASN sudah tidak lagi relevan di tengah dinamika global.

“Corpu bukan lembaga pelatihan biasa, tetapi platform belajar sepanjang hayat,” ujar Erna.

Program ini mengintegrasikan berbagai jenis pelatihan, baik teknis maupun manajerial, dalam satu sistem terpadu.

ASN nantinya tidak hanya dinilai dari kehadiran dalam pelatihan, tetapi juga dari peningkatan kinerja dan kontribusi terhadap organisasi.

Ke depan, implementasi ASN Corpu akan diperluas ke seluruh perangkat daerah guna menciptakan birokrasi modern yang profesional dan berdaya saing.(*)