Mendiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Riset
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan pentingnya penguatan riset perguruan tinggi yang terhubung dengan industri. Hal itu disampaikan dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN BH sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
RINGKASAN BERITA:
- Mendiktisaintek menilai kampus harus terhubung dengan industri agar riset berdampak pada ekonomi.
- Sidang Paripurna MSA PTN BH membahas evaluasi kampus berbasis dampak sosial dan mutu akademik.
- Pemerintah menargetkan riset perguruan tinggi mendukung transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan pentingnya hilirisasi riset perguruan tinggi hingga mampu terhubung dengan kebutuhan industri guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), Jumat (22/5/2026).
Forum yang mempertemukan Majelis Senat Akademik PTN BH dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu membahas penguatan kinerja kampus berbasis mutu akademik dan akuntabilitas publik.
Selain itu, sidang paripurna juga menjadi ruang evaluasi terkait arah pengembangan perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada peringkat dunia, tetapi juga dampak riset serta kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Brian menyebut perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan Indonesia melalui penguatan ekosistem sains dan teknologi.
“Untuk dapat melahirkan produk dari pengetahuan memang sebuah perjalanan yang panjang. Kampus harus bermitra strategis dengan industri untuk menghasilkan karya-karya berdampak. Bangsa yang bisa bertahan mengembangkan riset sampai ke industri itulah yang memegang masa depan ekonomi,” kata Brian.
Menurutnya, peningkatan kualitas riset menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional menuju negara maju.
Karena itu, ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar hasil penelitian kampus mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Senat Akademik PTN BH menyampaikan perguruan tinggi harus memperbesar kontribusi terhadap masyarakat melalui inovasi, riset, dan pengabdian yang berdampak langsung.
Perguruan tinggi, tambah dia, harusnya bisa memberikan dampak terhadap masyarakat, industri, dan pemerintah, untuk kesejahteraan Republik Indonesia.
"Rapat ini diharapkan dapat mengevaluasi apa yang kita capai, dan memberikan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran perguruan tinggi,” terangnya.
Dalam sesi diskusi bersama pimpinan Majelis Senat Akademik PTN BH, turut dibahas pentingnya menjaga keseimbangan antara otonomi perguruan tinggi dan akuntabilitas publik.
Pembahasan tersebut mencakup mutu akademik, tata kelola kelembagaan, hingga relevansi riset terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui forum itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang unggul serta berdampak luas.
Kemdiktisaintek juga terus mendorong peningkatan kualitas riset perguruan tinggi agar menghasilkan inovasi yang relevan, berdaya saing global, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. (*)
What's Your Reaction?